Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Pengertian Waktu Yang Menyangkut Nama Hari)

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Pengertian Waktu Yang Menyangkut Nama Hari)


Bismillahirrahmaanirrahiim...
Ayah bunda, seringkali kita memberikan pengertian ke ananda tentang waktu (pagi, sore, malam, nanti, kemarin, besok) masih dalam bentuk abstrak. Ananda belum sepenuhnya paham tentang keterangan waktu yang kita maksukan dalam pembicaraan sehari-hari. Bagaimana ya cara mengenalkan ke anak balita dalam mengenal waktu?
Yuk simak tips kegiatan berikut:

ALAT : Kalender
UMUR : 4-6 tahun
URAIAN : Latihan ini diharapkan anak dapat mengerti nama-nama hari dalam satu minggu.
LANGKAH-LANGKAH LATIHAN
  1. Tunjukkan kalender pada anak, kenalkan apa fungsinya.
  2. Kenalkan bagian-bagian kalender, ada nama bulan, nama hari dan tanggal. (untuk TK B boleh ditambahkan, pengetahuan lama hari dalam setahun dan  sebulan)
  3.  Ajak anak berhitung sambil menunjuk anngka-angka dalam kalender.
  4. Lalu minta anak untuk mengingat nama-nama hari dalam seminggu.
  5. Lalu ajukan beberapa pertanyaan pada anak :  Hari ini hari apa? Kemarin hari apa ?  Besok hari apa ? Setelah hari senin hari apa ? Sebelum hari sabtu hari apa ? Dll.
  6. Beri pengertian tentang arti besok, kemarin, lusa dll jika anak belum mengerti,
  7. Berilah nilai plus jika anak dapat menjawab dan menyebutkan dengan baik dan benar.

Oleh: Wida Almaidah

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Mengenal Posisi Kedudukan Benda Dalam Ruangan)

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Mengenal Posisi Kedudukan Benda Dalam Ruangan)



Bismillahirrahmaanirrahiim...
Apa kabarnya ayah dan bunda yang dirahmati Allah? Alhamdulillah, Ide sederhana kali ini akan kami share tentang tips mengenalkan konsep Posisi pada ananda. Agar ananda belajar tentang letak atau posisi suatu benda yang ada di sekelilingnya.
Bagaimana ya caranya?? Yuk simak Tipsnya: 

ALAT : BENDA-BENDA DALAM RUANGAN
UMUR : 4-6 tahun
URAIAN : Anak diharapkan dapat mengerti dan tahu posisi benda dalam ruangan.


LANGKAH-LANGKAH LATIHAN

  1. Ajaklah anak untuk bermain dalam ruangan yang sudah disiapkan dengan berbagai alat didalamnya (bisa kamar, ruang tamu atau dapur)
  2. Berilah kesempatan pada anak untuk mengamati isi ruangan tersebut atau jika anak masih belum banyak mengenal nama benda-benda yang ada, bisa dikenalkan juga nama benda dengan fungsinya.
  3. Tanyakan pada anak tentang posisi benda dalam ruangan seperti : Gambar/benda apa saja yang ada disebelah kirimu ? (di sebelah kanan, kiri, depan, belakang). Bantulah anak jika mengalami kesulitan. Pertanyaan bisa dikembangkan dengan ditambah jumlah benda, atau benda-benda yang berawalan huruf ....(untuk TK B)
  4. Berikan pengakuan (pujian) setiap jawaban yang anak kemukakan.
  5. Ujilah kembali kemampuan anak tentang posisi benda dalam ruangan tersebut. Dan latihlah kembali untuk ruangan yang lain.

Oleh: Wida Almaidah


Standarisasi Kecantikan

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Foto Bersama Kelompok A untuk kenangan per kelas.
Dunia seakan tak pernah bosan memamerkan keelokannya, sebagai bukti bahwa sang pencipta tak sedetikpun berhenti memberikan detak nikmatnya kepada mereka yang berada di muka bumi.
Berjuta puji tak mencukupi bagi sang rahiim yang telah menciptakan hati pada makhluk bernama manusia agar lebih manusiawi, sehingga menjadikan mereka khalifatul ardhi.
Pernah terfikir olehku apa makna keindahan pada keturunan adam yang semakin kehilangan esensinya bak sajak tak berirama,entah siapa yang memulai dan siapa yang bertanggung jawab atas penilaian kata “indah” saat ini.
Pikiranku sudah terlalu berpusat pada rotasi standarisasi yang dibangun semakin masif bahwa cantik adalah yang terbaik. Dimana manusia dari sebuah negeri eksentrik rela menggunakan plastik agar bergelarkan “cantik”, membuang mata tipis berbinar agar menjadi lebih lebar bak penghuni dari negeri ciamik.
Bahkan anak-anak manusia dari negeri antah berantah yang disusuri garis khatulistiwa selalu berlomba-lomba mengubah kulit mereka yang coklat mempesona menjadi lebih tinggi kecerahannya agar mirip ratu yang dipinang raja dalam film laga yang tersebear ruah posternya diseluruh sudut kota. Dengan perangkat-perangkat yang tak murah tentunya,hingga suntik pembunuh pigmen yang tak berdosa.
Dan kabar aneh datang dari negeri-negeri penguasa peradaban masa kini karena banyak dari penduduknya yang menutupi kulit cerah yang mereka anggap pucat agar lebih cokelat dengan spray entah apa itu hingga terbias senyuman dari bibir tipis mereka atas pencapaian yang dianggap eksotis.
Seakan ummat ini semakin lupa atas nikmat dari sang pencipta dan tak sadar bahwa standarisasi kecantikan ini makin diatur oleh mereka para pemilik modal bisnis perangkat kecantikan raksasa. Dibuatlah iklan-iklan pengubah pikiran bahwa putih adalah lambang kecantikan sehingga orang-orang berkulit gelap berbondong-bondong membeli produk pemutih yang mereka buat. Dan mereka sadar di barat tak mungkin kuat menjual pemutih kulit karena warna mereka sudah sangat langsat. Digemborkanlah bahwa kulit gelap akan terlihat menawan bermartabat dengan spray yang akhirnya laku keras tanpa butuh keringat demi memenuhi hasrat yang tak kenal karat.
Penggiringan opini mereka yang masif cukup berhasil untuk menghapuskan cantik yang relatif seperti sebuah kisah fiktif yang membolak-balikkan antara positif dan negatif  hingga melahirkan pemikiran yang primitif  untuk manusia yang mengaku dirinya paling produktif dalam berbagai penemuan yang berawal dari sebuah inisiatif.
Bukankah manusia terbaik yang pernah dilahirkan di muka bumi ini pernah berkata “sebaik-baik dari kalian ialah yang bertakwa” ,manusia yang diutus memperbaiki akhlak ini dan menjadi rujukan jutaan manusia lainnya dari berbagai zona zaman yang belum terhenti  telah memberikan standar keindahan terbaik bagi kita yang juga mengaku mencintainya sepenuh hati.
Bukankah beberapa kalimat itu telah meruntuhkan seluruh standarisasi yang dibentuk oleh mereka yang berfikir klasik hanya menatap fisik,tak sadar bahwa kecantikan hati lah yang terbaik, tak memandang warna,harta,kasta apalagi sang jelita. hanya securik kalimat itulah yang membuat mereka tunduk tak berkutik.
Sepucuk pesan wahai ayah-ayah hebat,tetaplah tangguh untuk membimbing amanahmu agar mejadikan keluarga tercinta yang bertakwa. Dan hai ibunda terkasih, terimakasih atas seluruh kasih yang tak kenal perih untuk mendidik buah hati menjadi  pemimpin kelak nanti.
Dan teruntuk kalian wahai para  ayah dan bunda di masa mendatang,tetaplah jaga jiwa untuk mempersiapkan amanah yang akan segera bersua,nikmatilah setiap detik proses yang terkadang membuat mu merasa lelah, tapi percayalah akhirnya akan selalu indah,karena nikmatnya berbuka hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berpuasa.
Teruslah seperti itu… Jagalah dirimu yang menentukan keindahanmu dan cantiknya hatimu
Keindahan yang tak memandang fisik bagi mereka pemilik hati terbaik.
Keindahan yang tak terlihat oleh mata tapi bisa dinikmati oleh mereka yang buta.
Keindahan yang membuat waktu pun menyerah tak kuasa melapukkannya.
Keindahan yang terjaga karena pencuri apik pun tak kan bisa merebutnya dari si pemilik.
Bahkan  bidadari cemburu karena sang pencipta pun juga menjamin keindahan yang menyelimuti makhluk bumi terpilih, seperti mereka para bidadari yang keindahannya masih menjadi misteri.
Teruslah seperti itu..
Kau yang terus menjaga..  kau yang bertahan dalam kesabaran..  kau yang sedang lelah menyingkirkan kesah..
Tetaplah seperti itu..
karena kau lah yang terindah..

Copas dari https://ruangcandu.syabmit.net/2020/01/21/standarisasi-kecantikan/#comment-14