Showing posts with label Kisah dan Perjalanan. Show all posts
Showing posts with label Kisah dan Perjalanan. Show all posts

Siapa Muhammad bin Aamer Al Aameri?

Laki-laki ini, berhasil membuat dunia Eropa berpesta ria saat dia meninggal!

Mereka duduk dan berpesta di atas kuburannya, sambil menikmati minuman dan wanita! Salah seorang yang hadir disana berkata,

“Demi Tuhan, kalau seandainya laki-laki ini masih bernafas, mustahil kita bisa tenang dan mungkin kita semua sudah mati”.

Dia bukanlah Shalahuddin Al ayyubi, tetapi dia adalah tokoh yang tidak kalah agungnya, tetapi tidak banyak yang mengenalinya.

Dialah Al Hajib Al Manzor.

Ketika Panglima Al Hajib Al Manzor meninggal, Eropa berpesta ria, sampai raja Alfonso datang ke kuburannya, dan mendirikan tenda besar di atasnya. Tepat di atas kuburan Al Manzor diletakkan sebuah ranjang bertatakan emas, kemudian dia tidur di atasnya bersama istrinya. Di atas kuburan panglima perang tentara islam di Andalusia…Alfonso berkata,

“ Apa kamu tidak melihat aku hari ini telah menguasai seluruh wilayah Islam dan Arab? Dan aku duduk di atas kuburan panglima mereka!”

Salah seorang yang hadir pengawal berbisik, “Demi Tuhan, kalau seandainya laki-laki ini maish bernafas, mustahil kita bisa tenang dan mungkin kita semua sudah mati”.

Alfonso pun tahu dan marah, dengan lancangnya dia menarik pedangnya dan ingin menebas kepala pengawal itu.

Untung saja istrinya memegang tangan Alfonso, dan berkata, “Benar kata dia, masa kita bangga bisa tidur di atas kuburan musuh? Itu malah menambah keagungan musuh! Bahkan sampai dia mati kita tidak mampu mengalahkan dia! Sejarah menulis kemenangan dia, ditambah lagi setelah mati kita tidur di atas kuburan dia! Qué vergüenza!”

Al Hajib Al Manzor, nama aslinya Muhammad bin Aamer Al Aameri, lahir tahun 326 H, di selatan Andalusia. Bergabung dalam pasukan pemerintah pada saat dia masih muda, dan menjadi kepala polisi di Cordova, karena keberaniannya dan jasanya.

Kemudian dia diangkat menjadi penasehat Gubernur Andalusia, kemudian dia menjadi Gubernur Andalusia dan Panglima tertingggi tentara Islam di Andalusia.

Dia pernah ikut dan memimpin lebih dari 50 perang, dan semuanya dimenangkannnya, selama dia memimpin, belum pernah kalah .

Perang terbesar yang pernah dipimpinnya adalah perang Leon di selatan Perancis, dimana tentara Eropa bersatu bersama tentara Leon. Banyak raja Eropa yang terbunuh, dan banyak juga yang ditawan, kemudian diapun mengumandangkan azan perdana di di bumi Perancis itu.

Setiap kali menang dalam peperangan, dia pasti mengumandangkan azan, dan dia mengumpulkan debu yang lengket di pakaiannya, kemudian dimasukkan dalam botol. Dia mewasiatkan nanti apabila dia meninggal, agar botol itu dimasukkan dalam kuburannya, supaya kelak debu-debu itu menjadi saksi di sisi Allah.

Eropa sangat membenci Al Manzor, selama 25 tahun mereka banyak kehilangan tentara dan panglima di tangan Manzor, selama 25 tahun mereka tidak pernah tenang dan tidak bisa beristirahat.

Al Manzor selalu berdoa supaya dia mati syahid di medan perang, jangan sampai mati di antara tembok dan tiang istana. Dan doanya terkabul, dia syahid di medang perang saat berperang di perbatasan Perancis di dekat pegunungan Pyrenees.

Dia syahid pada umur 60 tahun, dan 25 tahun dihabiskan untuk jihad dan menaklukkan musuh-musuh Islam.

Sekarang udah tahu, kenapa Alfonso mendirikan kemah di atas kuburan Al Manzor!

We're all bad in someone's story -Thanos
sumber copas dari fb Saief Alemdar

TAKUT KEPADA ALLAH

Barisan Mujahid-mujahidah penerus Rabi' bin Khaitsam

Rabi’ bin Khaitsam adalah seorang pemuda yang terkenal ahli ibadah dan tidak mau mendekati tempat maksiat sedikit pun. Jika berjalan pandangannya teduh tertunduk.
Meskipun masih muda, kesungguhan Rabi’ dalam beribadah telah diakui oleh banyak ulama dan ditulis dalam banyak kitab. Imam Abdurrahman bin Ajlan meriwayatkan bahwa Rabi’ bin
Khaitsam pernah shalat tahajjud dengan membaca surat Al Jatsiyah. Ketika sampai pada ayat keduapuluh satu, ia menangis. Ayat itu artinya
, “Apakah orang-orang yang membuat kejahatan (dosa) itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka sama dengan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka. Amat buruklah apa yang mereka sangka itu!”
Seluruh jiwa Rabi’ larut dalam penghayatan ayat itu. Kehidupan dan kematian orang berbuat maksiat dengan orang yang mengerjakan amal shaleh itu tidak sama! Rabi’ terus menangis sesenggukan dalam shalatnya. Ia mengulang-ngulang ayat itu sampai terbit fajar.
Kesalehan Rabi’ sering dijadikan teladan. Ibu-ibu dan orang tua sering menjadikan Rabi’ sebagai profil pemuda alim yang harus dicontoh oleh anak-anak mereka. Memang selain ahli ibadah, Rabi’ juga ramah. Wajahnya tenang dan murah senyum kepada sesama.
Namun tidak semua orang suka dengan Rabi’. Ada sekelompok orang ahli maksiat yang tidak suka dengan kezuhudan Rabi’.
Sekelompok orang itu ingin menghancurkan Rabi’. Mereka ingin mempermalukan Rabi’ dalam lembah kenistaan. Mereka tidak menempuh jalur kekerasan, tapi dengan cara yang halus dan licik. Ada lagi sekelompok orang yang ingin menguji sampai sejauh mana ketangguhan iman Rabi’.
Dua kelompok orang itu bersekutu. Mereka menyewa seorang wanita yang sangat cantik rupanya. Warna kulit dan bentuk tubuhnya mempesona. Mereka memerintahkan wanita itu untuk menggoda Rabi’ agar bisa jatuh dalam lembah kenistaan.
Jika wanita cantik itu bisa menaklukkan Rabi’, maka ia akan mendapatkan upah yang sangat tinggi, sampai seribu dirham. Wanita itu begitu bersemangat dan yakin akan bisa membuat Rabi’ takluk pada pesona kecantikannya.
Tatkala malam datang, rencana jahat itu benar-benar dilaksanakan. Wanita itu berdandan sesempurna mungkin. Bulu-bulu matanya dibuat sedemikian lentiknya. Bibirnya merah basah. Ia memilih pakaian sutera yang terindah dan memakai wewangian yang merangsang. Setelah dirasa siap, ia mendatangi rumah Rabi’ bin Khaitsam. Ia duduk di depan pintu rumah menunggu Rabi’ bin Khaitsam datang dari masjid.
Suasana begitu sepi dan lenggang. Tak lama kemudian Rabi’ datang. Wanita itu sudah siap dengan tipu dayanya. Mula-mula ia menutupi wajahnya dan keindahan pakaiannya dengan kain hitam.
Ia menyapa Rabi’, “Assalaamu’alaikum, apakah Anda punya setetes air penawar dahaga?”
“Wa’alaikumussalam. Insya Allah ada. Tunggu sebentar.” Jawab Rabi’ tenang sambil membuka pintu rumahnya. Ia lalu bergegas ke belakang mengambil air. Sejurus kemudian ia telah kembali dengan membawa secangkir air dan memberikannya pada wanita bercadar hitam.
“Bolehkah aku masuk dan duduk sebentar untuk minum. Aku tak terbiasa minum dengan berdiri.” Kata wanita itu sambil memegang cangkir.
Rabi’ agak ragu, namun mempersilahkan juga setelah membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Wanita itu lalu duduk dan minum. Usai minum wanita itu berdiri. Ia beranjak ke pintu dan menutup pintu. Sambil menyandarkan tubuhnya ke daun pintu ia membuka cadar dan kain hitam yang menutupi tubuhnya. Ia lalu merayu Rabi’ dengan kecantikannya.
Rabi’ bin Khaitsam terkejut, namun itu tak berlangsung lama. Dengan tenang dan suara berwibawa ia berkata kepada wanita itu,
“Wahai saudari, Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.” Allah yang Maha pemurah telah menciptakan dirimu dalam bentuk yang terbaik. Apakah setelah itu kau ingin Dia melemparkanmu ke tempat yang paling rendah dan hina, yaitu neraka?!
“Saudariku, seandainya saat ini Allah menurunkan penyakit kusta padamu. Kulit dan tubuhmu penuh borok busuk. Kecantikanmu hilang. Orang-orang jijik melihatmu. Apakah kau juga masih berani bertingkah seperti ini ?!
“Saudariku, seandainya saat ini malaikat maut datang menjemputmu, apakah kau sudah siap? Apakah kau rela pada dirimu sendiri menghadap Allah dengan keadaanmu seperti ini? Apa yang akan kau katakan kepada malakaikat munkar dan nakir di kubur? Apakah kau yakin kau bisa mempertanggungjawabkan apa yang kau lakukan saat ini pada Allah di padang mahsyar kelak?!”
Suara Rabi’ yang mengalir di relung jiwa yang penuh cahaya iman itu menembus hati dan nurani wanita itu. Mendengar perkataan Rabi’ mukanya menjadi pucat pasi. Tubuhnya bergetar hebat. Air matanya meleleh.
Ia langsung memakai kembali kain hitam dan cadarnya. Lalu keluar dari rumah Rabi’ dipenuhi rasa takut kepada Allah swt. Perkataan Rabi’ itu terus terngiang di telinganya dan menggedor dinding batinnya, sampai akhirnya jatuh pingsan di tengah jalan. Sejak itu ia bertobat dan berubah menjadi wanita ahli ibadah.
Orang-orang yang hendak memfitnah dan mempermalukan Rabi’ kaget mendengar wanita itu bertobat.
Mereka mengatakan, “Malaikat apa yang menemani Rabi’. Kita ingin menyeret Rabi’ berbuat maksiat dengan wanita cantik itu, ternyata justru Rabi’ yang membuat wanita itu bertobat!”
Rasa takut kepada Allah yang tertancap dalam hati wanita itu sedemikian dahsyatnya. Berbulan-bulan ia terus beribadah dan mengiba ampunan dan belas kasih Allah swt. Ia tidak memikirkan apa-apa kecuali nasibnya di akhirat. Ia terus shalat, bertasbih, berzikir dan puasa.
Hingga akhirnya wanita itu wafat dalam keadaan sujud menghadap kiblat. Tubuhnya kurus kering kerontang seperti batang korma terbakar di tengah padang pasir.
Wallahu a’lam bishawab …

(copas dari fb Ahmad Yani)

Mengaji jaman Dahulu

Bagi generasi Zaman dulu,selain kenangan indah tentang masa bermain, masa belajar juga memiliki memori indah tersendiri. Salah satunya adalah Belajar Mengaji (baik mengaji di masjid, surau, ataupun rumah).
--
Dulu untuk belajar membaca Alquran,metode yang sering digunakan oleh Ustad dan atau guru mengaji adalah metode Bahgdadiyah.Sesuai namanya, metode ini dikenal berasal dari Baghdad,Irak. Banyak sumber mengatakan, metode ini ada mulai zaman Daulah Abbasiyah, namun siapa yang menyusun metode ini belum ada sumber yang valid. Setiap huruf dieja dengan harakatnya. Alif fathah a, alif kasrah i, alif dhammah u, bacanya a-i-u.
--
Metode Baghdadiyah ini sendiri selain dikenal sebagai metode Membaca Alquran Tertua, juga memiliki 5 Keunggulan,yaitu:
1. Pola Bacaan yang Unik
2. Penekanan Keterampilan Mengeja
3. Pengenalan Hitungan Arab
4. Santri Hapal Huruf Hijaiyyah
5. Penguatan Dasar Tajwid
--
Selain metode baghdadiyah, buku yang digunakan untuk belajar mengaji memiliki kesan tersendiri. Ada yang menyebutnya Alifan,Quran Kecil, Juz Amma,Turutan dan masih banyak lagi penamaannya sesuai daerah masing2.
Satu hal lagi, kata orang tua dulu..jika anak itu lancar mengaji, maka dia akan pintar mencerna pelajaran di sekolah.
--
(Copas dari fb 
Miftah Athor Sanjaya)

Siapakah Sholahuddin Al Ayyubi (Saladin)?

Shalahuddin Al-Ayyubi atau nama sebenarnya Yusuf bin Ayyub (1137 -1193) mengasaskan dinasti Ayyubi bangsa Kurdis di Mesir dan Syria. 

Di Barat beliau dikenali sebagai Saladin. Dia juga terkenal dalam kalangan Nasrani dan Muslim dengan kebolehannya sebagai ketua dan ketangkasannya dalam peperangan yang disertai juga dengan sifat kesateriaan dan belas kasihannya semasa Perang Salib.

Salahuddin dilahirkan di dalam sebuah keluarga Kurdish di Tikrit dan dihantar ke Damsyik untuk menghabiskan pelajarannya. Ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, ialah gubernur wilayah Baalbek. Selama 10 tahun Salahuddin tinggal di Damsyik di kawasan istana milik Nur ad-Din.

Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya

Shalahuddin menerima latihan ketentaraan dari pamannya, Shirkuh yang juga ketika itu merupakan panglima kepada Nur al-Din dan sering mewakili Nur al-Din dalam kempennya menentang Kerajaan Fatimiyyah di Mesir sekitar tahun 1160. Shalahuddin kemudiannya mewarisi tugas menentang Kerajaan Fatimiyyah (akhirnya tumpas) dari pamannya dan dilantik menjadi panglima pada tahun 1169.

Di sana, dia mengambil alih tugas berat mempertahankan Mesir dari serangan tentara Salib dibawah Kerajaan Latin Baitulmuqaddis pimpinan Almaric I.

Kemampuan
Shalahuddin diragui pada peringkat awal perlantikkannya sebagai panglima. tidak ada yang menyangka beliau dapat bertahan lama ekoran terdapat banyak perubahan dalam kerajaan dalam tahun sebelumnya seperti perebutan kuasa oleh gubernur-gubernur yang sedia ada dalam mendapat perhatian khalifah. Sebagai seorang ketua tentera asing dari Syria, Shalahuddin tiada kuasa ke atas askar-askar Mesir yang terdiri daripada golongan Syiah yang ketika itu dipimpin oleh Khalifah Al-Adid.

Ketika khalifah Al-Adid meninggal dunia pada bulan September 1171,
Shalahuddin mengarahkan para imam mengumumkan nama Khalifah Al-Mustadi (Khalifah Abbasiyyah di Baghdad) setelah solat Jumat. Sekarang, walaupun Shalahuddin yang memerintah Mesir tetapi hanya sebagai wakil Nur ad-Din. Selepas dilantik menjadi pemimpin Mesir, Shalahuddin melakukan perubahan terhadap ekonomi Mesir, menyusun semula angkatan tentera, dan menuruti nasihat ayahnya supaya mengelak dari sebarang konflik dengan Nur ad-Din. Beliau menunggu sampai Nur ad-Din meninggal dunia sebelum memulakan beberapa siri kempen ketentaraan. Pada awalnya terhadap beberapa kerajaan-kerajaan Muslim yang kecil kemudian ke atas tentara Salib.

Dengan kewafatan Nur ad-Din pada tahun 1174, beliau menjadi Sultan Mesir. Beliau kemudian mengumumkan kemerdekaan dari kerajaan Seljuk dan mengasaskan Kerajaan Ayubbiyyah. Beliau turut mengembalikan ajaran Sunah wal jamaah di Mesir.

Menentang tentera Salib
-----------------------------------
Dalam dua peristiwa berbeda yaitu tahun 1171 dan 1173,
Shalahuddin mundur setelah satu siri serangan oleh tentera Salib. Shalahuddin berharap bahawa kerajaan Salib ini tidak diganggu selagi beliau tidak menguasai Syria. Nur ad-Din dan Shalahuddin hampir perang akibat dari peristiwa itu, tetapi dengan wafatnya Nur ad-Din pada 1174, perang ini dapat dielakkan. Ahli Waris Nur ad-Din yaitu as-Salih Ismail al-Malik, ia masih anak-anak ketika dilantik menggantikan ayahnya. Walau bagaimanapun dia meninggal dunia pada tahun 1181.

Setelah Nur ad-Din meninggal dunia,
Shalahuddin hijrah ke Damsyik, dan setibanya di sana, dia diberi sambutan yang meriah. Dia mengukuhkan kedudukannya dengan menikahi balu Nur ad-Din. Walaupun Shalahuddin tidak memerintah Aleppo dan Mosul (dua bandar yang pernah dikuasai Nur ad-Din), beliau dapat menggunakan pengaruhnya dan menguasai kedua bandar itu pada tahun 1176 (Aleppo) dan 1186 (Mosul).

Sementara
Shalahuddin Al-Ayubbi menumpukan perhatiannya ke atas wilayah-wilayah di Syria, negeri-negeri Salib dibiarkan bebas, walaupun begitu beliau sering mencatatkan kemenangan ke atas tentera Salib di mana saja kedua-dua belah pihak bertempur. Beliau bagaimanapun tumpas dalam Perang Montgisard yang berlaku pada 25 November, 1177. Dia ditewaskan oleh gabungan tentera Baldwin IV dari Baitulmuqaddis, Raynald dari Chatillon dan Kesatria Templar.

Keamanan di antara
Shalahuddin dan negeri-negeri Salib tercapai pada 1178. Shalahuddin meneruskan serangannya pada 1179 selepas daripada kekalahannya dalam Perang Montsigard, dan dalam serangannya ke atas sebuah kubu kuat tentera Salib beliau berjaya menumpaskan tentera Salib. Walau bagaimanapun, tentera Salib terus menyerang orang-orang Muslim. Raynald dari Chatillon mengganggu laluan perdagangan dan haji orang Islam dengan kapal-kapal laut di Laut Merah. Raynald juga mengancam menyerang kota suci Islam yakni Kota Mekah dan Madinah menjadikannya orang paling dibenci dalam dunia Islam. Sebagai tindak balas, Shalahuddin Al-Ayubbi menyerang Kerak, sebuah kubu Raynald pada tahun 1183 dan 1184. Raynald kemudian menyerang dan membunuh kabilah yang dalam perjalanan untuk menunaikan haji pada tahun 1185.

Pada bulan Juli tahun 1187,
Shalahuddin menyerang negeri-negeri Salib. Pada 4 Julai 1187, beliau bertempur dalam Pertempuran Hattin menentang gabungan kuasa Guy dari Lusignan (sebutan gi bukan guy), raja negeri-negeri Salib, dan Raymond III dari Tripoli. Tentera Salib yang letih dan dahagakan air mudah ditumpaskan oleh tentera Salahuddin. Kekalahan tentera Salib ini membei tamparan yang besar buat mereka dan menjadi satu titik perubahan dalam sejarah Perang Salib. Salahuddin berjaya menangkap Raynald dan beliau sendiri memancung kepala Raynald akibat kesalahannya. Raja Guy juga berjaya ditangkap tetapi beliau tidak dipancung.

Selepas tamatnya Perang Hattin,
Shalahuddin berjaya merampas kembali hampir keseluruhan kota-kota yang dikuasai tentera Salib. Beliau berjaya menawan semula Baitulmuqaddis (Jerusalem) pada 2 Oktober tahun 1187 selepas hampir 88 tahun kota itu dikuasai tentera Salib (lihat Kepungan Baitulmuqaddis). Kecuali bandar Tyre tidak ditawan Shalahuddin. Shalahuddin membenarkan tentara dan masyarakat Kristian pergi ke sana. Kota itu sekarang diperintah oleh Conrad dari Montferrat. Dia mengukuhkan pertahanan Tyre dan berjaya menahan dua kepungan yang dilakukan oleh Salahuddin. Pada tahun 1188, Shalahuddinmembebaskan Guy dari Lusignan dan menghantar beliau kembali kepada isterinya yaitu Sibylla dari Baitulmuqaddis.

Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.

Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.

Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.

Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.

Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.

Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.

Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.

Perang Hattin dan kejayaan tentera Islam menawan semula Baitulmuqaddis mengakibatkan terjadinya Perang Salib Ketiga yang dibiayai di England melalui cukai khas yang dikenali sebagai "Cukai Salahuddin". Tentera Salib ini berjaya menawan semula Acre, dan tentera Salahuddin bertempur dengan tentera Raja Richard I dari England (Richard Si Hati Singa) dalam Perang Arsuf pada 7 September 1191. Kedua-dua belah pemimpin baik
Shalahuddin maupun Richard amat menghormati antara satu sama lain. Mereka juga pernah bercadang untuk berdamai dengan mengahwinkan adik perempuan Richard, Joan dari England kepada adik lelaki Shalahuddin, Al-Adil, dengan kota Baitulmuqaddis menjadi hantarannya. Rundingan ini gagal ekoran kebimbangan berhubung hal-hal agama di kedua-dua belah pihak.

Kedua-dua pemimpin mencapai persetujuan dalam Perjanjian Ramla pada tahun 1192 yang mana kota Baitulmuqaddis akan terus berada dalam tangan orang Islam tetapi dibuka kepada penganut-penganut Kristian. Perjanjian itu menjadikan negeri-negeri salib hanyalah gugusan kecil di sepanjang pesisir pantai Tyre hingga ke Jaffa.

Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus tidak lama selepas pemergian Raja Richard..

Beliau meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai mensolati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya.

Apabila mereka membuka peti simpanan
Shalahuddin untuk membiayai upacara pengebumiannya, mereka mendapati ia tidak cukup (diriwayatkan Shalahuddin hanya meninggalkan sekeping wang emas dan empat wang perak semasa kematiannya. Ada juga riwayat yang menyebut wang itu hanyalah wang 5 Dinar) .

Shalahuddin telah memberikan hampir kesemua hartanya kepada rakyat-rakyatnya yang miskin. Makamnya yang terletak di Masjid Ummaiyyah merupakan tumpuan tarikan pelancong yang terkenal. Makamnya adalah antara makam yang sering dikunjungi umat Islam di seluruh dunia.

Semoga Allah meridhai, merahmati, dan membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem..aamin ya Rabb.

Sumber:
https://kisahmuslim.com/3915-shalahuddin-al-ayyubi.html
https://ms.wikipedia.org/wiki/Salahuddin_al-Ayyubi

DEKATKAN HATI ANAK DENGAN AL-QUR’AN


“Ajarilah anak-anak kalian mengenal 3 hal: mencintai Nabi kalian, mencintai keluarga beliau dan membaca Al-Qur’an. Karena sesungguhnya pembawa Al-Qur’an itu berada di bawah naungan singgasana Allah ta’ala, di hari dimana tidak ada naungan, kecuali naunganNya bersama para Nabi dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Thabrani dan Ibnu Najr)

Al-Qur’an adalah ilmu di atas segala ilmu dan sumber petunjuk bagi seluruh manusia, Al-Qur’anlah yang akan menuntun bagaimana cara manusia meniti kehidupan sejak lahir hingga ajal menjemputnya nanti. Jika semua orang memahami keistimewaan dari Al-Qur’an, maka setiap orangtua akan berlomba untuk mengajarkan Al-Qur’an ini pada anaknya sejak usia dini dan tidak ada alasan untuk menunda-nundanya lagi.

Imam Hakim meriwayatkan dari Buraidah bahwa Nabi SAW, bersabda “Barangsiapa membaca Al-Qur’an, mempelajari dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat nanti Allah akan memakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota dari cahaya seperti cahaya matahari dan mengenakan kepada ke dua orangtuanya perhiasan yang tidak pernah ia kenakan sebelumnya ketika di dunia. Lantas keduanya bertanya, apa yang telah kami lakukan sehingga kami memperoleh semua ini? Allah menjawab “karena kamu telah mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anakmu”.

Jika kita menengok kembali sejarah masa lalu, betapa banyak para penghafal Al-Qur’an saat usianya masih kecil dan ini akan menjadi motivasi kita sebagai pendidik untuk bisa membuat anak-anak mengenal dan mencintai Al-Qur’an sejak dini.

Imam Syafi’I mengatakan “Aku telah menghafal Al-Qur’an ketika aku berumur 7 tahun dan aku telah menghafal kitab Al-Muwattha’ ketika aku berumur 10 tahun. Ibnu Sina ketika berumur 10 tahun ia telah menghafal Al-Qur’an. Ibnu Abbas mengatakan: Rasulullah telah wafat sewaktu usiaku menginjak 10 tahun sedang aku telah menghafal ayat-ayat muhkam. Sahl bin Abdillah At-Tastari berkata “Aku pulang pergi ke Madrasah belajar Al-Qur’an dan aku berhasil menghafalnya ketika usiaku 6 atau 7 tahun.”

Fenomena yang terjadi saatini, anak-anak kita sudah dikepung dengan media-media yang kurang mendidik. Lalu sudahkah mereka mencintai Al-Qur’an ketimbang gadget yang dikenalnya saat ini? Itulah tantangan kita sebagai orang tua dan pendidik, bagaimana hati anak-anak bisa dekat dengan Al-Qur’an dan mencintainya sedini mungkin? Bagaimana anak-anak bisa mencintai al –qur’an jika tidak mengenalnya?

Ibnu Sina mengungkapkan bahwa “apabila seorang anak telah memulai memahami pembicaraan, maka dimulailah belajar Al-Qur’an dengan memperagakan kepadanya cara mengucapkan huruf hijaiyah yang benar, kemudian dikenalkan pula pokok-pokok agama atau aqidah yang benar.”

Berikut ini kiat-kiat sederhana agar anak-anak dapat mencintai Al-Qur’an dan selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an: 

  1. Ketika ibu sedang mengandung, baca dan sering-seringlah memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur’an akan lebih utama dengan membiasakan membaca sendiri sebelum dan selama kehamilan.
  2. Perdengarkan pada anak ayat-ayat Al-Qur’an di rumah setiaphari, baik melalui VCD, TV atau ponsel. Cara ini tidak harus anak selalu memperdengarkannya, biarkan anak tetapbermain yang penting alunan atau suara dari ayat-ayat Al-Qur’an tetap terdengar. Karena meskipun anak focus pada permainannya, sebenarnya dia dapat mendengar ayat-ayat tersebut dan dengan sendirinya anak akan tertarik mendengarnya langsung bahkan menghafalnya
  3. Dalam mengajari anak membaca Al-Qur’an, lakukan secara konsisten. Buatlah agenda atau jadwal dengan menyesuaikan kondisi anak agar mengerti bahwa ada pola waktu-waktu tertentu anak belajar mengaji jangan menggunakan waktu bermain atau saat istirahat anak, karena hal ini membuat anak enggan untuk belajar.
  4. Orangtua tidak hanya mengajari anak membaca Al-Qur’an tetapi juga harus menjadi contoh bagi mereka dalam belajar Al-Qur’an. Agar anak lebih menyukai, mudah dan senang, orangtua hendaknya membaca di rumah setiap waktu. Ingatlah anak adalah peniru yang ulung, apa yang dilihat baik dalam rumah atau di luar rumah akan sangat mudah ditiru oleh sang anak.

Semoga kita termasuk orang tua yang  istiqomah dalam mendidik putra-putri kita untuk membaca,mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an. Aamiin.

oleh: Dra. Siti Fathimah (guru TK Yaa Bunayya Surabaya)
 

Nostalgia Pesantren Muhammadiyah Babat

Pondok tampak depan (sudah direnovasi)
Wahh,,
akhirnya aku nemu foto2 nostalgia ini dari temen mondok dulu,
Masya Allah,,sudah lama banget ya,,masuk sini pertengahan awal 2003 kalau gak salah.
Masuk SMA Muhammadiyah 1 Babat, tinggalnya ya disini. Di Ponpes Muhammadiyah Babat milik Almarhum pak Muchlis. Bagi temen2 atau kakak kelas yang pernah mondok sini pasti memiliki kenangan yang tak terlupakan dari tempat ini, mulai dari rutinitas yang khas, kebiasaan yang dilalui, kejadian lucu, kejadian menggembirakan, menyedihkan, semuanya akan terangkum dalam memori kita, Wkwkw,,kalau kita mengingatnya kadang membuat kita tertawa sendiri.
Ini yang gak bisa dilupakan dari pondok ini...

1. Menu Makan PECEL “MBAH SILAM”
Siapa yang tidak kenal Mbah Silam, hampir semua mengenalnya dan mengidolakannya, karena setiap hari kebutuhan makan kita terpenuhi olehnya, beliau sangat sabar saat melayani, dan bumbu pecel mbah Silam akan berbeda dengan yang lain, padahal menu pecel di sini hanya BUMBU PECEL di tambah Kerupuk pertolo (kerupuk abang ijo) ha..ha..ha.. Dan kalau khusu buat aku tambah sambel, wkwkwkw.....
pasti mbah Silam dengan murahnya memberi sak teplok, Hiyyyyy,,,MANTAPS!
Siapa yang masih ingat kapan jadwalnya makan nasi pecel? Hari apa hayo?)
Pasti habis makan langsung KM antri……..Hahaha,,,,Padahal waktunya Upacara di sekolah.
Mbah Silam, Buat Perut Kita Tidak Kelaparan
Mbah Silam We Love U, Barokallah,,,

2. Cara Bangunkan Santi Yang KHAS
Selama sehari aktivitas kita panjang, mulai sekolah sampai sore ditambah kegiatan lain, nyuci dan plus bergadang alias ngerumpi, membuat fisik kita saat tidur sangat lelap, tapi Ustadz Mukhlis Punya cara sendiri saat membangunkan, hanya dengan berjalan dan berkeliling kamar sambil melafatkan hafalan qurannya kita langsung lari terbirit-birit dan segera bangun untuk ambil wudhu. atau dibangunin uts. Amrozi dengan dipanggili satu2 namanya saat dah waktunya ngaji pagi, Wuahahahaha,,,,(Khuriiiin....Riri...Santi.....) Ayo kamar Saudah, Khodijah, Banguuuun,,,,,
Siapakah yang pernah di pukul pakai sajadah/ di siram pakai air????

3. Mengaji PAGI yang Asyik Tapi Mendebarkan
Saat di pesantren Muhammadiyah Babat kita mengaji dua kali sehari, yakni setelah magrib dan setelah subuh. Setelah magrib kita belajar ilmu agama secara umum (faroid, nahwu, hadist dll) dan saat pagi kita belajar Tafsir, Bulughul Marom, Riyadus Sholihin. Namun, ada yang menarik saat waktunya Tafsir, pelajaran yang khusus di ajarkan oleh Ustadz Muhlis ini membuat kita berdebar, dengan penyampaian makna ayat quran dengan jelas menjadi kita makin tahu sebab turunnya ayat dll, ditengah pelajaran tafsir ada yang khas yakni tentang ilmu Nahwu, dengan menunjuk acak kita harus siap untuk menjawab pertanyaan beliau misalnya di suruh MENG-I’ROB sebuah kalimat, nah tantangan ini kadang membuat santrinya grogi karena tidak semua orang bisa ( hahahaha, menurut saya ini lah ilmu yang paling sulit, karena kita harus paham ilmu nahwu dahulu ). Tapi ada ada juga yang bisa kok, memang teman-teman sangat hebat Dan Kalau yang bisa jawab,,,pasti lagi, lagi, dan lagi dipanggil beliau.
Alhasil pasti tambah tenar kan,,,, 
Bagaimanakah cara teman-teman menjawab soal I’ROB dari Ustadz jika kalian kebetulan tidak bisa?) hehehhe.
Suasana Mengaji Pagi
Ngaji with Us.Mukhlis, Semoga allah menjadikan ilmu beliau bermanfaat buat kita & menambah amalan beliau diPadang mahsyar. Aamiin. 
4. Antri Di Lorong
Saat makan kita tidak bisa mengambilnya dengan mudah, karena dapur kita berada di dalam dan kita harus antri di lorong, antrian yang panjang apalagi waktu sarapan pagi membuat kita ketakutan untuk telat ke sekolah maka dengan ide yang kreatif kita biasanya punya cara unik, yakni dengan meminta salah satu teman kita yang didepan dengan membawakan piring kita ha..ha..ha..ha... (Alias Nitip.com). Jadi kita yang di belakang tidak perlu antri panjang hanya tinggal menunggu piring kita sudah terisi nasi hehehhe, tapi sebenarnya cara ini membuat jengkel teman-teman lain yang sedang mengantri, sebel banget pokoknya kalau lihat itu hehehhe.
Apakah teman-teman pernah lakukan ini?
Lorong Ambil Makan
Add caption
Lorong Ambil Makan
5. Buah Mangga
Mangga,,Oh,,,mangga,,Siapa yang gak pernah liat ranumnya kalau musim berbuah. Saat lewat pasti ngiler pingin ambil. Saat pulang sekolah, berangkat sekolah, pulang pergi mengaji,,,Rasanya ingin ambil aja.
Pernah juga seh Ijin ke Ibu minta mangganya, Tapi gak ngijinin,,, :D
Haha,,akhirnya, kadang nyolong juga (tapi nyolong yang sudah di bawah,) 
Pertanyaan : Siapakah diantara teman yang pernah mengambil mangga? Heheheh).
Halaman Pesantren
Halaman pesantren depan rumah Ust.Mukhlis_Buat lewat santri putri_

6. Jadwal Makan Yang Teratur
Makan 3 kali sehari dalam setiap minggu membuat kita hafal menu apa yang akan diberikan, kita akan semangat mengambil makan jika menunyaa sesuai selera, kalau tidak ya kita tidak ambil, ada juga yang baik hati walaupun tidak suka tetapi tetap ambil dan memberikan jatahnya pada teman yang mau hehehe. Beberapa menu yang saya ingat :
  • Senin & Sabtu PAGI : Sambal+Telur Dadar, Pecel. SIANG (Sayur Asem Waluh+tepung tempe)
  • Selasa pagi : Mie sayur, Siang: Soto.
  • RABU Sore : RAWON. dll.
Pertanyaan : Teman-teman ada yang mau menambahkan?

Mungkin ini yang saya bisa tuliskan, aslinya masih banyak lagi yang bisa saya tulis tapi jari ini sudah mulai lelah dan sepertinya tidak akan selesai saya menulisnya karena begitu banyak kenangan yang ada di pesantren muhammadiyah Babat ini, untuk teman-teman bisa menambahinya di kolom komentar di bawah, nanti akan saya tambahkan atau saya tuliskan lagi di bagian dua.

Arti Sebuah Kekasih



Di sepanjang 'Jembatan Cinta', yang membentang di atas Sungai Rhine dan menghubungkan dua belahan kota Cologne, para kekasih menautkan gembok bertulis nama-nama mereka dan pasangannya. Berbagai ukuran, aneka warna, rupa-rupa huruf. Tapi tetiba saya teringat sebuah ayat:
"Para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain; keculai orang-orang bertaqwa." (QS Az Zukhruf: 67)
Yaa Rabbanaa..
Hakikat semua hubungan dunia, kelak di akhirat adalah umpat-mengumpat dan gugat-menggugat. Orang yang paling akrab, intim, dan mesra dengan kita, berpeluang untuk menjadi yang paling banyak tuntutannya dan paling keras permusuhannya. Kadang, dia pula mengambil banyak pahala 'amal shalih serta menghibahkan dosa bagi catatan 'amal. Dia, dan juga kita, akan berlomba meneriakkan kalimat sesal yang amat lara:
"Aduhai celaka, betapa binasa; andai saja dulu tak kujadikan si Fulan itu sebagai kekasih tercinta?" (QS Al Furqan 28)
Sebab kita hidup dalam keakraban yang bukan mendekatkan pada Allah, tapi justru menjauhkannya. Sebab kita hidup dalam kemesraan yang bukan kian membawa pada ibadah dan ketaatan, melainkan justru kesia-siaan dan bahkan dosa kemaksiatan.
Maka terhadap segala cinta di hati kita hari ini, mari segerakan rekonstruksi. Bahwa "Aku mencintaimu karena Allah, dengan cara yang diridhai Allah, dalam rangka mencari ridha Allah." Demikianlah cintanya orang bertaqwa, satu-satunya yang terkecualikan dari permusuhan dengan kekasih di hari kiamat.
Dengan cinta karena Allah, yang berjumpa karena Allah dan berpisah karena Allah itu; kita berhak atas manisnya iman, atas naungan Allah pada 7 golongan pada hari di mana tiada naungan kecuali naunganNya, atas mimbar-mimbar cahaya yang membuat cemburu para Nabi dan syuhada'.
Lalu sesudah itu jelas kiranya berlaku sabda, "Engkau kan bersama yang kaucinta."

SAY NO TO LGBT!


Munculnya fenomena gay tentu sangat wajar bahkan legal dialam demokrasi sekarang ini. Dalam sistem demokrasi, negara justru ngemong para waria karena asas demokrasi dibangun di atas ideologi sekuler yang menafikan agama dari kehidupan. Orang-orang LGBT dan para pendukung mereka pun makin gencar beraksi karena mendapat justifkasi dari ide liberalisme yakni kebebasan berekspresi, juga dilegitimasi oleh ide Hak Asasi Manusia (HAM). Selain itu gerakan LGBT ini pun difasilitasi oleh media yang berorientasi bisnis dan bahkan mendapat sokongan dana yang tidak sedikit dari donor-donor internasional. Ditambah lagi pelegalaan pernikahan sejenis pada Jumat 26 Juni 2015 lalu oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat yang mau tidak mau akan berdampak pada seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia
Virus LGBT sudah ada di Indonesia sejak tahun 1982, dan mulai menyerang kalangan intelektualitas khususnya mahasiswa. Mereka beranggapan mahasiswa adalah masyarakat akademis yang bisa diajak dialog, harapannya mereka nantinya bisa mempengaruhi masyarakat awam agar bisa menerima kaum non heteroseksual. Akhirnya, pada Oktober 2009 MAPANZA Unair mengadakan seminar berkedok AIDS dan NAPZA dengan mengundang pemuda homo yang ditunjuk GAYa Nusantara sebagai salah satu pembicara. Bahkan, pada 15 Mei 2013 lalu Fakultas Ilmu Budaya Unair dipilih untuk lokasi Pembukaan Peringatan International Day Against Homophobia & Transphobia (IDAHOT) 2013. Dua tahun berikutnya, tepatnya 5-7 Juni 2015 kembali FISIP Unair menggelar festival film bertema homoseksual, biseksual dan transgender. Yang paling anyar dan menghebohkan adalah munculnya lembaga konseling Support Group and Resource Center on Sexuality Studies (SGRC) di Universitas Indonesia (UI). (Hidayatullah.com/27/01/2016). - 
See more at:
http://www.suaranews.com/2016/02/waspada-begini-melindungi-anak-dari.html#sthash.pcHzyrXz.dpuf

Fakta menunjukkan, negara ini lumpuh dalam upaya perlindungan masyarakat dari budaya yang merusak. Terbukti dengan meningkatnya jumlah pelaku dan menjamurnya jaringan pendukung LGBT. Aktivis hak-hak lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) Dede Oetomo menyebut jumlah gay di Indoneia ada ratusan ribu orang. Bahkan ada yang memperkirakan 3 persen dari penduduk Indonesia adalah kaum LGBT. Data itu dia peroleh dari rilis Kementerian Kesehatan di tahun 2006. Jumlah gay saat itu 760 ribuan orang, sementara waria 28 ribu orang. Menurut perkiraan para ahli dan badan PBB, dengan memperhitungkan jumlah lelaki dewasa, jumlah LSL di Indonesia pada 2011 diperkirakan lebih dari tiga juta orang, padahal pada 2009 angkanya 800 ribu orang. Dalam laporannya kepada UNDP dan USAID 2014 mereka mengklaim telah memiliki jaringan 119 organisasi pendukung LGBT di Indonesia. (Republika.co.id, 02/4/2013). Inilah bukti lumpuhnya peran negara dalam membendung budaya merusak yang membonceng ide kebebasan dan HAM. - See more at: http://www.suaranews.com/2016/02/waspada-begini-melindungi-anak-dari.html#sthash.pcHzyrXz.dpuf
Propaganda yang dilakukan komunitas LGBT (Lesbian, Gay/homo, Bisexsual) semakin hari kian massif daan mengkhawatirkan. Melalui jejaring social, komunitas ini menyebarkan sejumlah gambar maupun video berisi adegan tidak senonoh. Yang menyedihkan, perilaku menyimpang tersebut kini tak lagi menyasar kalangan dewasa, tetapi juga mengincar anak-anak yang notabene masih berada di usia sekolah, bahkan hingga usia sekolah dasar. Sebut saja akun @GaySDSMP misalnya, yang memiliki 980 follower, akun @gaysmpbekasi mencapai 683 follower, bahkan, akun @SMAgay_jkt, menembus angka 17 ribu follower (Republika.co.id/24/01/2016). Jika penyebaran virus LGBT ini terus dibiarkan, cepat atau lambat akan terjadi lost generation dan “musnahnya” peradaban manusia. Na’udzubillah! - See more at: http://www.suaranews.com/2016/02/waspada-begini-melindungi-anak-dari.html#sthash.pcHzyrXz.dpuf
Fahira Idris, salah satu anggota DPD RI memberikan pernyataan sikap terkait bahaya LGBT khususnya terhadap kehidupan Anak di Indonesia, berikut adalah bentuk pernyataan sikapnya:
1.      Dalam agama yang saya yakini dan anut, tidak ada konsep LGBT. Saya rasa, semua agama menyakini hal yang sama dan sikap saya ini saya yakini juga menjadi sikap mayoritas masyarakat Indonesia. Itu keyakinan dan kepercayaan saya serta hak asasi saya yang juga harus dihormati siapa saja, termasuk LGBT dan para penyokongnya.
2.      Saya mau ingatkan, siapa saja, penulis, penerbit, pembuat film, perusahaan teknologi informasi, atau komunitas-komunitas yang memprogandakan LGBT kepada anak dan remaja, Anda telah melanggar UU Perlindungan Anak dan itu ada Sanksi Pidananya. SAYA dan SAYA YAKIN BANYAK MASYARAKAT INDONESIA LAINNYA TAKKAN TINGGAL DIAM JIKA TERJADI PROPOGANDA LBGT DI KALANGAN ANAK DAN REMAJA
3.      Mereka yang sering memproganda LGBT ini selalu berlindung di balik HAM, tanpa sadar propaganda yang mereka lakukan melanggar hak asasi orang lain, melanggar hak-hak asasi anak untuk tumbuh kembang secara wajar dan alamiah. Mereka lupa, Semua HAM PBB yang jadi rujukan mereka itu harus disesuaikan dengan hukum nasional dan kondisi negara Indonesia.
4.      Saya secara pribadi tidak mempersoalkan keberadaan LGBT dan menolak segala macam bentuk kekerasan kepada mereka. Yang saya permasalahkan adalah aksi “propaganda” mempromosikan LGBT dengan pesan utama “mencintai sesama jenis” dan “perilaku seks menyimpang adalah hal yang wajar”. Terlebih propaganda ini sangat gencar menyasar kalangan anak remaja.
5.      Mereka bicara tolerensi tetapi apa yang mereka lakukan jauh dari nilai tolerensi. Masyarakat Indonesia sebenarnya sudah cukup toleran atas keberadaan LGBT, tetapi akibat provokasi-provokasi yang bentuknya propaganda dan show off, masyarakat menjadi marah.
6.      Bukti-buktinya sudah banyak. Bagi saya propoganda LGBT di kalangan anak dan remaja adalah kejahatan. INI SUDAH MENCEMASKAN. Apalagi propaganda secara masif dilakukan lewat berbagai media baik yang konvensional maupun non kovensional, mulai dari buku, musik, film, internet, media sosial, aplikasi chatting/percakapan dsb. Dan para komunitas LGBT termasuk para akademisi penyokongnya cuma DIAM saja melihat tindakan tidak terpuji ini.
7.      Sama halnya dengan kasus buku komik berjudul “Why Puberty” yang menyasar remaja lengkap dengan illustrasi yang lagi-lagi mempromosikan LGBT. Buku ini selain dijual umum di toko buku juga sudah berada banyak di ruangan perpustakaan seluruh Indonesia dari hasil dari sumbangan. Bagi saya ini MENCEMASKAN dan harus DILAWAN. Dan entah berapa banyak lagi jenis propoganda yang kerap kita temui. Anehnya, walau ini jadi isu besar, tak satupun komunitas LGBT dan para pendukungnya yang berkomentar setidaknya meminta maaf atas propaganda LGBT kepada anak-anak
8.      Saya sendiri beberapa tahun lalu pernah menangani aduan orang tua siswa tentang propaganda LGBT langsung ke sekolah-sekolah yang ada di Jakarta dengan tameng edukasi ternyata didalamnya ada propaganda LGBT. Apa pantas seperti itu? Saat itu sebuah Buku itu berjudul “Aku Bangga Menjadi Lesbi” dibagikan ke anak-anak di Sekolah. “Ini maksudnya apa?”
9.      Kondisi ini diperparah dengan lemahnya pengawasan dan ketegasan pemerintah. Semua propaganda LGBT ini ditemukan karena kesadaran masyarakat. Padahal sesuai UU Perlindungan Anak, pemerintah diwajibkan melindungi anak-anak dari segala macam kondisi yang dapat menganggu tumbuh kembang mereka.
10.  Saya dan pasti semua orang tua akan melakukan apapun—bahkan tindakan nekat dan ekstrim—untuk melindungi anak-anak kami dari pengaruh yang kami anggap tidak baik dan dapat merusak tumbuh kembang anak-anak kami dalam hal ini LGBT.
11.  Saya dan semua orang tua di Indonesia punya hak melindungi anak-anak kami dari propoganda LGBT. Itu hak asasi kami yang harus dihargai. Jangan karena sikap kami menjaga keluarga, kami dibilang intoleransi, dangkal, berpikir mundur, homofobia. Sementara komunitas LGBT dan para pendukungnya dilabelin orang paling toleran, berhati mulia.
12.  Untuk penyiaran yang mengandung unsur propaganda LGBT, kita punya KPI dan menurut saya KPI punya concern terkait hal ini, tetapi untuk penerbitan apalagi penyebaran lewat internet memang kita harus kerja keras mencegahnya
13.  Poin penting dari saya dan ini mudah-mudahan didengar komunitas LGBT dan para penyokongnya adalah, saya tidak mempersoalkan keberadaan LGBT dan komunitasnya, karena memang nyata mereka ada di Indonesia. Hak Anda para LGBT mendeklarasikan orientasi seksual Anda ke muka umum. Tetapi jangan coba-coba berniat menuntut dan memaksa kami dan anak-anak kami juga memberi tolerensi terhadap gerakan-gerakan LGBT ATAS NAMA HAM, yang mencoba mengubah pandangan agama, tatanan sosial, etika, norma dan nilai-nilai budaya Indonesia untuk beradaptasi atas ke LGBT-an Anda
14.  Untuk penerbit saya rasa IKAPI (Ikatan penerbit indonesia) harus punya inisiatif untuk mengingatkan para penerbit dibawah naungannya untuk tidak meloloskan buku yang mengandung propoganda LGBT terutama yang menyasar anak dan remaja. Kita tidak tahu, mungkin saja di luar sana masih banyak buku anak yang mengandung propaganda LGBT.
15.  Untuk internet dan media sosial hemat saya harus ada gerakan bersama untuk kampanye menolak propaganda LGBT dan kesadaran kita masyarakat, khususnya para orang tua untuk lebih aware terhadap hal ini.
16.  Demikian pernyataan sikap ini saya sampaikan. Saya berharap teman-teman berkenan memberi masukan terkait persoalan ini. Semua masukan dan saran teman-teman akan kita jadikan strategi untuk melindungi Indonesia terutama anak dan remaja dari propaganda LGBT dan akan kita serahkan kepada para pengambil kebijakan di negeri ini agar mereka juga ikut bertanggungjawab melindungi anak Indonesia.
17.  Ditunggu masukannya lewat WA/ Email.
Terima kasih banyak sebelumnya,
Wassalam,
Fahira Idris
Ketum Yayasan Anak Bangsa & Mandiri
Anggota DPDRI dari DKI Jakarta
WA 08170877686
Email fahira.idris@gmail.com