Showing posts with label Artikel Guru. Show all posts
Showing posts with label Artikel Guru. Show all posts

Kisah Seorang Istri


Pagi itu ketika merapikan rumah, aku menemukan sebuah kotak berhias pita tersimpan di atas meja makan. Di atasnya terdapat kertas bertuliskan .Hadiah untuk Bunda.
Ini pasti dari suamiku, langsung saja aku buka kotak itu, di dalamnya terdapat beberapa set gamis longgar dan kerudung lebar. Heran dengan hadiah dari suamiku yang aneh.
Kok modelnya gini ? Eh, jangan-jangan mau diajak umroh jadi dikasih baju seperti orang-orang arab aku menghibur diri. Masih dalam keadaan penasaran aku menemukan secarik kertas, surat dari suamiku.
Ini isinya: 

Bunda sayang, pasti bunda kaget ya Ayah kasih hadiahnya kali ini beda. Bukan baju modis dan juga bukan perhiasan kesukaan bunda. Tas yang sudah lama bunda minta, belum juga Ayah belikan, dan malah hadiah ini yang Ayah ingin berikan untuk bunda kali ini. Bunda pasti kecewa saat membukanya, tapi tunggu dulu. Ayah ingin ceritakan sesuatu. Senyum dulu ya Bundan. Ayah kan bisa lihat senyum bunda dari kantor. Ada cctv di hati Ayah, hehehe..
Bunda sayang, Ayah rupanya salah selama ini. Ayah bangga memperkenalkan Bunda ke teman kantor Ayah, relasi bisnis, dan apalagi ke atasan Ayah. Bangga rasanya punya istri yang cantik dan berpenampilan menarik. Berjalan di samping bunda, lalu melihat banyak mata melirik memperhatikan Bunda.
Pikir Ayah saat itu, siapa dulu dong suaminya. Ayah yang selama ini membiarkan bunda bergaul bebas dengan teman laki-laki ataupun perempuan. Bunda yang banyak keluar rumah sendiri tanpa didampingi Ayah dan berinteraksi dengan banyak orang.
Ayah pikir, yaa Bunda kan juga harus maju dan menjadi wanita masa kini yang mandiri dan supel. Makanya Ayah percaya saja setiap kali bunda ada urusan sampai pulang larut malam, dan pulang diantar teman dekat laki-laki yang bisa jaga Bunda di perjalanan.
Kemarin itu Pak Jimmy teman kantor yang Ayah kenalkan ke Bunda tempo hari, datang bawa istrinya. Di luar dugaan Ayah, istrinya memakai pakaian lebar, kerudungnya panjang sampai betis. Polos dan sederhana sekali. Melihatnya ayah langsung menundukkan pandangan dan bersikap hormat. Bicara tanpa berani melihatnya.
Di antara teman kantor yang lain, hanya Pak Jimmy ini yang belum pernah membawa istrinya di acara-acara kantor. Hari itu pun karena kebetulan Pak Jimmy izin cuti untuk menengok ibunya yang sakit kemudian mampir ke kantor bersama istrinya untuk mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal.
Kok Ayah refleks bersikap hormat dan malu melihatnya ya? Begitupun teman kantor yang lain, hanya menyapa tanpa berani melihatnya. Padahal kalau boleh jujur nih Bunda, Ayah dan teman-teman kantor itu setiap hari ada saja perempuan yang kita jadikan bahan guyonan. Apalagi kalau lagi kedatangan SPG rokok yang sesekali datang ke kantor Ayah. Sudah deh, heboh langsung seisi kantor otaknya langsung mendidih semua. Kecuali Ayah lhoo bunda. Hehehe..
Ayah jadi mikir, berarti selama ini Bunda pun Ayah biarkan dilihat dan dinikmati mata laki-laki atas kecantikan Bunda. Kok beda ya rasanya, ternyata bukan bangga tapi seharusnya ayah cemburu membiarkan bunda tidak menutup aurat.
Nah kemarin, saat Pak Jimmy kembali ke kantor Ayah ngobrol-ngobrol dengan beliau. Ayah baru tahu kalau katanya, suami harus cemburu terhadap istrinya. Kalau ndak cemburu itu namanya Dayyuts, yaitu lelaki yang membiarkan kejahatan (zina, buka aurat, bergaul bebas) dilakukan oleh ahlinya (istri dan keluarganya). Dayyuts itu lawan kata dari cemburu (karena iman).
Kata Pak Jimmy, seorang suami yang peduli pada istrinya kadang akan nampak sebagai seorang pencemburu. Kecemburuan yang berdasarkan agama ini dibenarkan.
Cemburu seorang suami dan Ayah adalah wajib bagi mereka demi menjaga harga diri dan kehormatan istri dan anak anaknya.
Bunda, Ayah menyesal baru menyadari ini, tapi Ayah bersyukur belum terlambat, baca ini dulu bunda:
"…dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,... " ini ada dalam QS. An Nuur :31, dan ada lagi bunda..
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu…." (QS. Al Ahzaab : 33)
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu…" (QS. Al Ahzaab : 59)
Bunda, bolehkah Ayah meminta hadiah dari bunda? Jadikanlah Ayah seorang laki-laki yang bahagia karena Ayah Bunda jadikan sebagai laki-laki satu-satunya yang boleh melihat kecantikan bunda.
Ayah ingin sekali bunda tampil sederhana saja saat keluar rumah, berbalut pakaian syar’i yang tidak perlu diperindah lagi dengan make up, warna, dan aksesoris yang menarik perhatian. Karena percuma dong Bunda kalau masih berhias walaupun berjilbab tetap saja akan beresiko menimbulkan fitnah.
Bunda sangat cantik, dan biarlah kecantikan itu menjadi perhiasan dunia milik Ayah saja. Bolehkah Bunda jika Ayah meminta ini? Ayah berdo’a sambil menulis surat ini, semoga Allaah menghadiahi Ayah istri sholehah yang akan mendampingi Ayah di dunia dan di akhirat. Peluk Ayah untuk Bunda, sambut Ayah nanti sore dengan pakaian barunya ya Bunda?.......
Air mataku berurai jatuh, kertas berisi surat teromantis dari Ayah untukku. Apalagi yang aku inginkan, kecuali pujian dan rasa kasih sayang Ayah padaku karena keta’atannya kepada Allaah. Baik Ayah, permintaan ini terlalu mulia untuk aku tolak.
Bismillaah, hadiah Ayah kali ini menjadi hadiah terindah untukku.

Bagaimana Cara Deep sleep?

Tidur adalah aktivitas sepele, tapi sesungguhnya aktivitas ini sangat penting sekali.
Tidur itu bukan soal kuantitas, tapi pada kualitasnya.
Selama 1 bulan ini setiap malam saya hanya tidur 2-3 jam sehari. Bangun sebelum shubuh dan tidak tidur lagi. Kebayang gimana capeknya?
Tapi ternyata enggak capek. Malah badan jadi enakeun. Karena saya bener2 tidur deep sleep.
Saya tau tidur deep sleep ini dari coach Armala. Tadinya heran, masak sih?
Setelah browsing2 ternyata bener. Ada 3 tahapan ketika kita tidur.
Light sleep. Tahapan kita baru aja tertidur.
Deep sleep. Tahapan kita bener2 tidur. Nyenyak pules. Dan itu berlangsung selama 2 jam.
Rem sleep. Tahapan dimana kita tidur tapi bermimpi. Nah rata2 orang biasanya mengalami rem sleep. Akhirnya membuat badan cepat capek walaupun tidur selama 8 jam.
Kok bisa saya menemukan cara tidur Deep Sleep?
Nahh inilah tahapan yang saya siapkan sebelum tidur
1. Berwudhu sebelum tidur.
2. Sholat witir 3 rakaat sebelum tidur.
3. Tidak bermain HP lagi. Bener2 diletakkan
4. Sebelum baca doa tidur. Baca Alfatihah, Al ikhlas, Al Falaq, Annas, Ayat kursi. Lalu doa mau tidur.
5. Berdoa minta ampun sama Allah karena seharian banyak khilaf dan salah. Cara ini dipraktekan Bilal bin Rabbah.
6. Minum air putih 1 gelas
Alhamdulillah setelah membiasakan aktivitas sebelum tidur. Saya tidak bermimpi lagi. Bener2 tidurnya pulas. Tidur 2-3 jam cukup.
Dan alarm tubuh saya otomatis mensetting tubuh saya bangun sebelum shubuh.
Semua ini terjadi atas izin Allah. Tapi tetep manusia harus ikhtiar dlu. Mohon bener2 sama Allah agar Allah mau bertemu di sepertiga malam terakhir kita.
Tips nya cukup sederhana. Tapi jika dibiasakan InshaAllah jadi tidur yang berkualitas.
Semangat sholat malam mak. Sholat malam itu kebiasaan orang orang sholeh.
Dan seorang ibu sebaiknya sholat malam. Agar setelah sholat malam kita bisa memegang dada anak kita, lalu berdoa untuknya.
Doa seorang ibu ma'bul.
Pegang dada anak kita. Baca Alfatihah, Ayat Kursi, Qs Al Insyiroh dan Al Qadr.
Kata ustadz saya, ini adalah cara agar anak kita tidak diganggu makhluk ghoib. Dan agar di masa depan anak anak kita terhindar dari dosa zina.
Bismillah kita bisa 💪
Mari terus berdoa yang baik baik. Gunakan keistimewaan doa seorang ibu untuk mendoakan anak anaknya 😇
Semoga bermanfaat

Perbaiki Lisan Kita



👄Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".
Sejak saat itu temanmu jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini temanmu malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.
👄Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".
Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.
👄Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"tidak ada"
jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".
Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.
Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya.
👄Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?" Si kakek menjawab : "Sebulan sekali". 
Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".
Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya, yang juga sedang berjuang dalam kehidupan nya. Kini Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.
APA SEBENARNYA KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT KETIKA BERTANYA SEPERTI PERTANYAAN2 DI ATAS ITU ???
Jagalah diri dan jangan mencampuri kehidupan orang lain.
Jangan Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain2
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah sebenarnya yang menyalakan sumbunya..
JAGALAH DIRI DENGAN MENGHARGAI KEHIDUPAN ORANG LAIN.

Oleh Bunda Kurnia

APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUA NYA

Foto: Syiar Muharram di PENS ITS
Senin Kemarin Time line medsos ramai sekali Dengan postingan Mamud dan Pahmud, Baik yang Mamud Pahmud ABAS (Anak Baru Satu) Atau ABUBA (Anak Buanyak Banget).
Sekedar buat lucu-lucuan sih..No problemo, Apalagi kalau sekolahnya high class, sekolah elit, sekolah bonafit, atau sekolah unggulan
Ada perasaan bangga ( semoga tidak bercampur 'Ujub ) pada saat mengantar anak-anaknya ke Sekolah tersebut. Namun ada satu hal yang patut diingat dear mommies & daddies, Sebagus atau semahal apapun Sekolah anak-anak kita, Sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, atau  Anak yang berakhlaqul karimah. Saya bisa berkata seperti ini Karena sudah hampir 15 tahun Mengelola lembaga pendidikan, Berinteraksi dengan banyak stake holder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan, Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, Bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.
Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita ber-Akhlaq Yg baik sedangkan di rumah orang tuanya
  • Sering bertengkar,
  •  Sering marah-marah
  • Sering berkata kasar

Juga akan menjadi Mission (Almost) Impossible.. jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjama'ah di masjid bagi yang pria), mampu menghafal AL-Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama, Jika orang tuanya
  • Kurang perduli terhadap Ilmu Agama.
  •  Ayahnya malas sholat berjama'ah di Masjid,
  •  Bunda juga sering kali sholat tidak di awal waktu.
  •  Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian keIslaman, bahkan jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an,
  • dst..dst..

Perlu kita semua ketahui, panutan anak-anak adalah Orang tuanya, dan bukan gurunya. Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orang tuanya.
Ayah, bagi seorang anak laki-laki adalah “Role Model” sedang bagi anak perempuan Ayah adalah “First Love” mereka
Bunda... Terlebih seorang Bunda, Baik anak laki-laki dan perempuan Banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai “Malaikat Pelindung”

Satu rahasia kecil, bahwa Sikap para 'Ulama' dan orang bijak terdahulu..Jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri... •
•√ Kenapa anak-anak saya bisa seperti ini..?
•√ Apakah saya telah berbuat dosa..?
•√ Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya...?

Itulah sejatinya orang tua yang baik.
Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan pula menyalahkan orang lain, bukan juga mengkambing Hitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, Namun... faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya. Jadi,, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita,

Namun lebih dari itu semua...Mari kita sebagai Orang tua belajar menjadi Guru kehidupan buat anak-anak kita. Guru yang akan terus dikenang “baik dan buruknya” oleh anak-anak kita Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, Tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.
Mari Sahabat semua... Kita berdo'a untuk Kebaikan anak-anak kita, Dan kita juga terus bermohon agar Alloh selalu memberikan Kekuatan kepada kita untuk menjadi Orangtua yang bertanggung jawab, Yang menjadi Uswatun Hasanah buat putra-putri kita, Investasi dunia akhirat kita.
Semoga Alloh Swt meng-ijabah Do'a kita semua
امين يامجيب الساءلين
🌷🌷

oleh hilmi firdausi

MATAKU TIDAK BISA TERPEJAM SEBELUM ENGKAU RIDHA


Bismillahirrahmanirrahim.


Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Istri yang menginginkan hidup penuh dengan kebahagiaan bersama suaminya adalah istri yang tidak mudah marah. Dan niscaya dia pun akan meredam kemarahan dirinya dan kemarahan suaminya dengan cinta dan kasih sayang demi menggapai kebahagiaan surga. Ia tahu bahwa kemuliaan dan posisi seorang istri akan semakin mulia dengan ridha suami. Dan ketika sang istri tahu bahwa ridha suami adalah salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga, niscaya dia akan berusaha menggapai ridha suaminya tersebut. Allah Subhaanahu wa Ta’alaa berfirman ketika menjelaskan cirri-ciri orang yang bertaqwa, satu di antaranya adalah orang yang pemaaf ;

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Qs. Ali-Imran: 134)
Wahai para istri shalihah, jadikan baktimu kepada suamimu berbalas ridha Allah. Lakukanlah baktimu dengan niat ikhlas karena Allah, berusahalah dengan sungguh-sungguh dan lakukan dengan cara yang baik. Lakukanlah untuk mendapatkan ridha suamimu, maka Allah pun akan ridha terhadapmu.. Insyaalah.
Sebaliknya, apabila suami tidak ridha, Allah pun tidak memberikan keridhaan-Nya. Parahnya lagi, para malaikat pun akan melaknat istri yang durhaka. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan terhadapnya), maka penghuni langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR. Bukhari no. 5194 dan Muslim no.1436)

Bahkan, apabila suami murka bisa mengakibatkan tertolaknya shalat yang dilakukan oleh sang istri. Wal iyyadzubillaah. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada hadits riwayat Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa,

ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

“Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah). Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah I/311 no. 971 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Misyakatul Mashabih no. 1128)

Gapailah ridha Allah melalui ketaatan terhadap suami

Marilah kita berusaha mendapatkan ridha Allah. Karena mendapatkan ridha Allah merupakan tujuan utama dari kehidupan seorang muslim. Dan kehidupan berumah tangga merupakan bagian darinya, dan satu diantara yang akan mendatangkan keridhaan Allah adalah proses ketaatan istri terhadap suaminya. Sebuah tujuan yang lebih agung daripada berbagai kenikmatan apapun. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’alaa,

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”. (Qs. At-Taubah: 72)

Diutamakannya ridha Allah atas nikmat yang lain menunjukkan bahwa sekecil apapun yang akan membuahkan  ridha Allah, itu lebih baik daripada semua jenis kenikmatan. Seorang istri hendaknya menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama. Harapan untuk meraih ridha Allah inilah yang seharusnya dijadikan motivasi bagi istri untuk senantiasa melaksanakan ketaatan kepada sang suami. Jika Allah sudah memberikan ridha-Nya, adakah hal lain yang lebih baik untuk diharapkan?
Tapi ingatlah saudariku, bahwasanya ketaatan terhadap suami bukanlah sesuatu yang mutlak, tidak boleh taat kepadanya dalam hal kemaksiatan. Tidak ada alasan ketaatan untuk kemaksiatan.

لاَ طَاعَةَ لِـمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْـخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihahno. 179)

Walaupun keluarga dalam masalah, seperti himpitan ekonomi, hutang yang kelewat besar atau persoalan kehidupan lainnya, seorang istri tetap tidak dibenarkan menuruti perintah suaminya yang melanggar kaidah syar’i. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada kewajiban taat jika diperintahkan untuk durhaka kepada Allah. Kewajiban taat hanya ada dalam kebajikan” (HR Ahmad no 724. Syeikh Syuaib Al Arnauth mengatakan, “Sanadnya shahih menurut kriteria Bukhari dan Muslim”).

Dan ketahuilah duhai para istri shalihah, bahwasanya ridha suami berlaku pula untuk amalan sunnah yang hendak dikerjakan oleh sang istri, seperti berpuasa atau menerima tamu. Dalam hal ini, istri juga wajib mendapat ridha suami melalui izinnya. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan tidak halal memberi izin (kepada orang lain untuk masuk) ke rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Memang benar adanya bahwa kehidupan yang telah dan sedang kita jalani telah memberikan banyak pengalaman berupa tantangan dan kesulitan dalam kehidupan suami istri. Hadapilah kesulitan-kesulitan tersebut dengan kesabaran dan ketabahan. Perhatikanlah apa yang dikatakan Abu Darda’ kepada istrinya,
Disebutkan dalam Tariqh Damasyqus (70/151) dari Baqiyah bin Al-Walid bahwa Ibrahim bin Adham berkata, Abu Darda’ berkata kepada istrinya Ummu Darda’.

إذا غضبت أرضيتك وإذا غضبت فارضيني فإنك إن لم تفعلي ذلك فما أسرع ما نفترق ثم قال إبراهيم لبقية يا أخي وكان يؤاخيه هكذا الإخوان إن لم يكونوا كذا ما أسرع ما يفترقون

“Jika kamu sedang marah, maka aku akan membuatmu jadi ridha dan Apabila aku sedang marah, maka buatlah aku ridha dan. Jika tidak maka kita tidak akan menyatu. Kemudian Ibrahim berkata kepada Baqiyah “Wahai saudaraku, begitulah seharusnya orang-orang yang saling bersaudara itu dalam melakukan persaudaraannya, kalau tidak begitu, maka mereka akan segera berpisah”.

Suamimu bukanlah malaikat

Sadarilah pula wahai para istri yang shalihah.. bahwa suami kita bukanlah malaikat, dan tidak akan pernah berubah menjadi malaikat. Kalau kita menyadari akan hal ini, persiapkanlah diri kita untuk menerima kesalahan dan kekeliruan suami kita, serta berusaha untuk tidak mempermasalahkannya. Karena berbuat salah sudah menjadi tabiat manusia. Kita bisa mengambil sikap bijak untuk menanggulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami, tetapi bisa melalui dua hal.
Pertama, Menasehati suami dengan cara yang baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.
Kedua, tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya, dan ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga, akan tetapi bantulah dia untuk memperaiki diri dan meninggalkan kesalahan tersebut. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)

Bersyukurlah akan anugerah dari Allah kepada kita berupa sang suami

Duhai para istri..
Marilah kita sadari bahwasanya suami yang Allah anugerahkan kepada kita adalah sebuah nikmat yang besar. Perhatikanlah di sekeliling kita! Betapa banyak para wanita yang mendambakan kehadiran seorang suami, tapi belum juga mendapatkannya. Dan betapa banyak pula wanita-wanita yang terpisah jauh dari suaminya, bahkan betapa banyak pula wanita-wanita yang kehilangan suaminya. Bersyukurlah duhai para istri shalihah. Janganlah sampai kita tergolong ke dalam firman Allah berikut ini.

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur (berterima kasih)”. (Qs. Saba’:13)

Perhatikan hak-hak suami dan peranan masing-masing istri dan suami

Dan ingatlah pula bahwasanya suami adalah nahkoda bagi rumah tangga kita. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisaa’ 34)

Ya, suami adalah pemimpin rumah tangga kita. Maka dari itu, kita (suami dan istri) harus saling memahami peran masing-masing di dalam rumah tangga. Taatilah suami kita dengan baik selama bukan ketaatan dalam perbuatan maksiat. Karena taat kepada suami merupakan salah satu kewajiban kita sebagai istri. Dengan begitu, kita bisa merebut hati suami kita dan kita pun akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surganya yang indah. Perhatikanlah hadits berikut ini,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan jagalah hak-hak suami kita. Sadarilah besarnya hak suami atas diri kita. Ingatlah, sejak kita menikah, maka sang suamilah yang paling berhak atas diri kita. Sampai-sampai Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Bersyukurlah terhadap pemberian suami

ورأيت النار فلم أر منظرا كاليوم قط ورأيت أكثر أهلها النساء قالوا: بم يا رسول الله ؟ قال بكفرهن قيل أيكفرن بالله ؟ قال: يكفرن العشير ويكفرن الإحسان لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله ثم رأت منك ما تكره قالت ما رأيت منك خيرا قط

“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 105 2 , dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Jangan selalu melihat kekurangan suami. Apabila kita menemukan adanya kekurangan pada diri suami kita, sadarilah bahwasanya kita pun mempunyai banyak kekurangan. Berusahalah untuk saling menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dan bersyukur pulalah atas pemberian suami. Jangan sekali-kali istri meremehkan atau tidak suka kepada suaminya hanya karena uang yang diberikan suaminya terlalu kecil menurut pandangannya, padahal sang suami telah bekerja keras. Ingatlah kepada Allah apabila keinginan hendak meremehkan itu muncul. Bagaimana mungkin seorang istri meremehkan setiap tetes keringat suaminya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah menganggapnya mulia?

Apapun pekerjaannya dan berapa pun penghasilannya, bukanlah masalah besar asalkan halal dan mampu dilakukan secara berkelanjutan. Bersyukurlah dan bersabarlah wahai para istri shalihah. Bukankah masih banyak orang-orang yang keadaannya jauh di bawah kita? Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian.”(HR Muslim, no. 2963)

Bersyukurlah dengan kebaikan-kebaikan suami yang ada. Karena istri yang tidak bersyukur akan kebaikan suami adalah istri yang tidak bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia dia tidak bersyukur kepada Allah”. (Hadits riwayat Abu Daud dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud (4811).

Berusahalah untuk menjadi istri yang shalihah

Berusahalah untuk menjadi istri yang shalihah. Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Bagi seorang suami, istri shalihah tak sekedar istri. Ia adalah teman di setiap  langkah kehidupan, pengingat di kala lalai, penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah bagi rumah tangganya. Sungguh, tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Menjadi istri shalihah adalah sebuah kemungkinan yang dapat diraih dengan keihklasan dan bersungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Pelajarilah bagaimana wanita terdahulu mampu meraihnya. Contohlah mereka dan lakukan dalam rumah tangga kita. Jika sudah demikian, bersabarlah untuk memetik hasilnya.

Kita sadari bahwasanya,
Kita bukanlah Hajar, yang begitu taat dalam ketakwaan,
Kita bukanlah Asiyah, yang begitu sempurna dalam kesabaran,
Kita bukanlah Khadijah, yang menjadi teladan dalam kesetiaan,
Kita bukanlah ‘Aisyah, yang menjadikan indah seisi dunia,
Tetapi kita, hanyalah seorang istri yang berusaha meraih predikat “Shalihah”.
Wa shallallaahu ‘ala nabiyyiinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam

Wallahu a’lam.
Wabillahi taupiq wall hidayyah
Wassalaamu’allaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Read more https://muslimah.or.id/3066-mataku-tidak-bisa-terpejam-sebelum-engkau-ridha.html
Dibagikan ulang Face book : Komunitas Islam Jalan Menuju Surga-staupiq@gmail.com-staupiq.wordpress.com

MUHASABAHLAH...!!!

Bismillahirrahmanirrahim..

9 Pertanyaan Wajib..
Tanyakan Pada Diri Demi Menjaga Hati Menjauhkan Kesombongan..
Kita bangun tidur di waktu subuh,.
dan kemudian membasah wajah dengan air wudhu yang segar. Sesudah melaksanakan sholat dan berdoa, cobalah menghadap cermin, disana kita mulai meneliti diri kita..

1. Lihatlah kepala kita..!
🌿 Apakah ia sudah kita tundukkan, rukukkan
dan sujudkan dengan segenap kepasrahan seorang hamba fana tiada daya di hadapan Allah Yang Maha Perkasa, atau ia tetap tengadah dengan segenap keangkuhan, kecongkakan
dan kesombongan seorang manusia di dalam pikirannya..?

2. Lihatlah mata kita..!
🌿 Apakah ia sudah kita gunakan untuk menatap keindahan dan keagungan ciptaan-ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, atau kita gunakan untuk melihat segala pemandangan dan kemaksiatan yang dilarang..?

3. Lihatlah telinga Kita..!
🌿 Apakah ia sudah kita gunakan untuk mendengarkan suara adzan, bacaan Al Qur’an, seruan kebaikan, atau kita gunakan buat mendengarkan suara-suara yang sia-sia tiada bermakna..?

4. Lihatlah hidung Kita..!
🌿 Apakah sudah kita gunakan untuk mencium sajadah yang terhampar di tempat sholat..?.. Mencium istri, suami dan anak-anak tercinta serta mencium kepala anak-anak papa yang kehilangan cinta bunda dan ayahnya..?

5. Lihatlah mulut kita!
🌿 Apakah sudah kita gunakan untuk mengatakan kebenaran dan kebaikan,.
nasehat-nasehat bermanfaat serta kata-kata bermakna atau kita gunakan untuk mengatakan kata-kata tak berguna dan berbisa, mengeluarkan tahafaul lisan alias penyakit lisan seperti : bergibah, memfitnah, mengadu domba, berdusta bahkan menyakiti hati sesama..?

6. Lihatlah tangan Kita..!
🌿 Apakah sudah kita gunakan buat bersedekah, membantu sesama yang kena musibah, mencipta karya-karya yang berguna atau kita gunakan untuk mencuri, korupsi, menzalimi orang lain serta merampas hak-hak serta harta-harta orang yang tak berdaya..?

7. Lihatlah kaki Kita..!
🌿 Apakah sudah kita gunakan untuk melangkah ke tempat ibadah, ke tempat menuntut ilmu bermutu, ke tempat-tempat pengajian yang kian mendekatkan perasaan kepada Allah Yang Maha Penyayang atau kita gunakan untuk melangkah ke tempat maksiat dan kejahatan..?

8. Lihatlah dada Kita..!
🌿 Apakah di dalamnya tersimpan perasaan
Yang lapang,sabar, tawakal dan keikhlasan serta perasaan selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Bijaksana, atau di dalamnya tertanam ladang jiwa yang tumbuh subur daun-daun takabur, biji-biji bakhil, benih iri hati dan dengki serta pepohonan berbuah riya..?

9. Lihatlah diri kita..!
🌿 Apakah kita sering tadabur, Tafakur dan selalu bersyukur pada karunia yang kita terima dari Allah Yang Maha Perkasa..?..😥😥

Astaghfirullahaliul'Aadziim..
Semoga kita senantiasa Istiqomah..
Senantiasa bermuhasabah..
Aamiin Yaa Rabbal'Aalamiin..

Silaturrahim dan motivasi konsep diri positif bersama teh Ida S. Widayanti

HOMESCHOOLING UNTUK ANAK BALITA

Yang lagi trend dan jadi pilihan keluarga dewasa ini untuk pendidikan anak2 mereka adalah dengan Homeschooling. Entah karena merasa cara ini sudah sesuai dan tepat untuk anak2 mereka atau pernah merasa kecewa dan trauma dg sistem pendidikan yang ada. Namun tidak dipungkiri kalau cara ini sudah banyak peminat dan sudah banyak juga yang membuka Homeschooling di rumah untuk dikomersialkan.

Sekolah rumah atau Homeschooling adalah metode pendidikan alternatif yang dilakukan di rumah, di bawah pengarahan orangtua atau tutor pendamping, dan tidak dilaksanakan di tempat formal lainnya seperti di sekolah negeri, sekolah swasta, atau di institusi pendidikan lainnya dengan model kegiatan belajar terstruktur dan kolektif.
Foto kegiatan di sentra seni KB-TK Yaa Bunayya

Saat orangtua memutuskan untuk meng-Homschooling-kan anak mereka (terutama anak balita), ada banyak persiapan yang harus diperhatikan agar kebutuhan bermain sambil belajar tetap terpenuhi.
Apa saja yang perlu disediakan dan disiapkan dirumah?
Berikut beberapa cara yang bisa menjadi perhatian kita:
  1. Membantu anak memuaskan rasa penasaran. Mari kita memberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dan mencoba memainkan benda-benda yang ditemui atau yang ada di lingkungan sekitar anak. Jangan terlalu banyak melarang, misal: takut kotor, jatuh, celaka, rusak atau sejenisnya. Anak ingin mengungkapkan rasa ingin tahu terhadap benda-benda tersebut, dan rasa ingin tahu ini tidak boleh 'dipotong' dengan larangan tanpa memberikan alternatif 'pemenuhan rasa ingin tahu' yang lain
    Foto kegiatan menggunting di sentra Imtaq KB-TK Yaa Bunayya
  2. Menyediakan perlengkapan bermain yang bersifat edukasi dan variatif. Kita bisa menyediakan bahan-bahan alami seperti air, biji2an, tepung terigu, tepung tapioka, play dough, pewarna makanan, pasir, dsb. Bahan2 ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan sensorimotor anak. Bahan2 seperti boneka atau tiruan perlengkapan rumah tangga bisa menjadi sarana bermain peran. Mainan yang bisa dibangun seperti lego, puzzle, penjepuit jemuran, balok berbagai ukuran, dan balok warna akan sangat baik untuk mengasah logika anak2. 
    Foto Kegiatan membuat karya di sentra Seni KB-TK Yaa Bunayya
  3. Memastikan bahan dan peralatan bermain aman digunakan anak. Apabila ada gunting atau staples, kita perlu memberi tahu anak cara penggunaannya yang aman, atau ada orang dewasa yang mendampingi.
Melihat anak2 bermain artinya akan melihat keceriaan mereka. Memberikan kesempatan untuk bermain akan menciptakan ruang eksplorasi untuk belajar berbagai hal baru. Dan mendampingi anak bermain akan menjadi kesempatan untuk memberikan sentuhan proses belajar di dalam proses bermain itu. Mari kita nikmati ketika melihat anak bermain, sambil tetap menahan diri untuk melarang secara berlabihan ketika mereka bereksplorasi.
Foto kegiatan eksplor air dan berenagn di KB-TK Yaa Bunayya Surbaya

Cara Mengenali Bakat Anak

Ayah, bunda,,, mau tahu cara mengetahui bakat anak2 kita??
Pakar Psikologi pendidikan UI Pro. Dr.S.C Utami munandar menyatakan, bahwa "Bakat berarti punya potensi. Sedangkan pintar bisa di dapat dari tekun mempelajari sesuatu. Kalau anak tak berbakat musikal, misalnya, biarpun dikursuskan musik sehebat apapun, ya, kemampuannya segitu-gitu saja. Tak akan berkembang, Sebaliknya, jika anak berbakat tapi lingkungannya tidak menunjang, ia pun tak akan berkembang, Misalnya jika di rumah tak ada alat-alat musik, bakatnya akan terpendam."

Kita tentu tidak ingin kecolongan memiliki anak berbakat, namun kita juga tidak cukup peka untuk melihat bakanya sejak dini, sehingga terjadilah bakatnya terpendam. Nah, berikut ini, tips untuk mengenali bakat ananda:
  1. Anak tidak merasa terpaksa. Hal ini kita lihat ketika anak menunjukkan perasaan senang melakukan aktifitasnya dan ada perasaan bahagia yang terpancar ketika melihat atau hanya dengan mendengarnya saja.
  2. Anak  punya rasa ingin tahu yang besar. Anak bisa menunjukkan sikap aktif dalam mencari informasi, misalnya anak yang tahan berjam-jam membaca tentang macam-macam pesawat, atau anak yang selalu bertanya tentang musik.
  3. Anak mampu berkonsentrasi dan cenderung tekun. Anak yang berbakat ngedance, bisa tahan menari berjam-jam tanpa mengeluh lelah.
  4. Anak tampak mahir terhadap hal tersebut meski dia belum mendapatkan pelajaran khusus.
  5. Setelah diberi pelajaran khusus, anak dengan mudah menguasainya.

Dan, hal yang perlu disediakan orangtua agar bakat anaknya berkembang secara baik adalah:
  1. Orangtua perlu memberikan perhatian, motivasi, dan dukungan
  2. Orangtua perlu memberikan pengetahuan dan wawasan yang luas.
  3. Orangtua perlu memfasilitasi latihan bakat anak.
  4. Orangtua perlu menyediakan sarana yang dibutuhkan.
  5. Orangtua perlu membangun kerjasama.
  6. Orangtua perllu mengenalkan anak pada teladan.

    Copas dari buku parenting guide "Ani Christina"

Masuk SD? Ini Bekalnya

Foto diambil dari fb Luqman Al Hakim Sby
MATANG DAHULU, MASUK SD KEMUDIAN

Ada fenomena menarik belakangan ini. Beberapa orangtua berusaha memasukkan anaknya ke jenjang sekolah dasar (SD) sedini mungkin. Bahkan, ada orangtua yang ingin memasukkan anaknya yang masih berusia 4,5 tahun hanya karena si orangtua khawatir, anaknya “ketuaan” saat masuk SD. Mereka juga merasa anaknya sudah siap masuk sekolah dasar, karena sudah bisa membaca, menulis, dan berhitung (calistung). Coba, kurang apa lagi?

Ini jelas berbeda dari Lia Boediman, M.S..C.P., Psy, D., psikolog yang menghabiskan 22 tahun waktunya di Amerika dan baru kembali ke tanah air. Meski anaknya (5,5) sudah siap masuk sekolah dasar, tapi Lia malah menundanya. Semua itu sudah dipertimbangkan dengan matang, termasuk membicarakan dengan anaknya. Ternyata, anaknya pun setali tiga uang, ia masih ingin bersekolah di TK B dan belum mau masuk SD. Anaknya pun tak masalah bila nanti teman-teman sekelasnya di TK berusia lebih muda dari dirinya. Juga tak mengapa bila teman-teman seangkatannya di TK sudah berseragam merah putih alias duduk di kelas 1 sekolah dasar.

“Kalau usianya masih segitu, biarlah jika dia masih mau di TK B. Mungkin kalau usianya sudah 6 tahunan, pertimbangan saya, lain lagi. Bukankah untuk melanjutkan ke pendidikan dasar, minimal anak harus berusia 7 tahun? Jadi, meski anak saya sudah siap, biarlah dia dimatangkan lagi aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional, dan juga kemandiriannya. Dengan begitu, ia siap belajar dan tidak kapok karena tidak dapat menyesuaikan diri di sekolah. Saya ingin menanamkan pada anak, sekolah adalah tempat yang menyenangkan. Begitu juga dengan belajar, learning is fun and interesting. Dengan begitu, ketika di SD mereka akan mempunyai regulasi diri, tanggung jawab akan belajar, dan ketertarikan akan sekolah,” ungkap pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.

PASTIKAN ANAK MATANG

Menurut Lia, sebelum memasuki jenjang SD, anak sebaiknya memiliki beberapa aspek kematangan bersekolah, meliputi aspek kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional, dan kemandirian. Jadi kemampuan anak menulis, membaca, dan berhitung saja tidak cukup. Itulah mengapa, untuk mengetahui kesiapan anak bersekolah, banyak SD yang mengharuskan para calon peserta didiknya melakukan tes kematangan sekolah.

Selain untuk kelancaran proses belajar mengajar, tes kematangan sekolah juga diperlukan untuk kebaikan anak itu sendiri. Bayangkan, secara aspek kognitif anak sudah matang, tapi dari sisi kemandirian, emosi dan aspek lainnya belum matang, sehingga akan menyulitkan dirinya dan juga pihak sekolah. IQ-nya boleh tinggi, tapi di kelas dia belum bisa melakukan toilet learning sendiri. Apakah gurunya yang harus membantu anak melakukan toilet learning? Itu jika satu anak, bagaimana bila dalam satu kelas ada beberapa anak dengan kondisi sama. Repot, kan? Tidak hanya itu. Ia juga mudah tantrum atau menangis. Meski secara kognitif ia siap, namun ketidakmatangan emosi ini akan menghambatnya saat bersosialisasi; anak akan dijauhi, tidak disukai teman-teman di sekolahnya. Bukan tidak mungkin nantinya anak menjadi malas atau mogok sekolah. Bahaya, kan?

Bila anak masuk ke sekolah yang menyeimbangkan aspek kognitif dan aspek lainnya, maka anak bisa saja mengejar ketertinggalan tersebut. Tapi bagaimana bila anak bersekolah di sekolah yang menekankan pada aspek kognitif semata? Di satu sisi kognitif anak akan semakin tinggi, tapi di sisi lain aspek yang kurang matang akan menjadi kurang terstimulasi. Akibatnya, aspek-aspek yang kurang matang akan semakin sulit berkembang, tertinggal jauh dari teman-teman lainnya yang sudah matang. Inilah yang akan menjadi masalah di kemudian hari, dimana di usia sekolah dasar anak harus terus-menerus disuruh belajar, lalu saat ujian orangtuanya stress karena sibuk belajar, menanya-nanya soal, membacakan, dan sebagainya. Nantinya, anak tidak bisa menjalin relasi sosial yang baik dengan orang lain, masih banyak dibantu, dan sulit untuk menjadi sukses.



“Ini yang tidak diinginkan, sehingga uji kematangan sebelum bersekolah perlu dilakukan.” Jadi tidak mentang-mentang bisa calistung, si kecil yang berusia 4 tahunan lantas bisa masuk sekolah dasar, ya, Bu-Pak.

KEMATANGAN MERUPAKAN PROSES

Kematangan anak untuk bersekolah merupakan proses yang terkait dengan aspek perkembangan anak secara keseluruhan dan proses ini dimulai sejak bayi. Kematangan anak harus dibina dari hal-hal kecil dan sederhana. Misalnya, anak diberi kesempatan untuk mandiri, bisa bersosialisasi, dan sebagainya. Kenalkan dan ajarkan kemampuan tersebut di rumah sesuai dengan tahapan usia perkembangannya.

Jadi, kematangan bersekolah ini tidak dinilai atau dilihat saat anak mau masuk sekolah dasar saja. Tahun depan anak mau masuk SD, lalu kematangannya dinilai 6 bulan sebelumnya. Tidak demikian. Tes-tes kematangan sekolah yang diberlakukan di beberapa SD, pada intinya untuk melihat gambaran mengenai kekurangan dan kelebihan anak tersebut. Sekolah-sekolah biasanya akan menerima anak de

ngan menyeleksinya sesuai standar tertentu.

Padahal, untuk mengetahui kematangan bersekolah anak dibutuhkan tenaga psikolog anak professional. Maka itu, orangtua disarankan membawa anaknya ke psikolog anak professional, meski tidak dipungkiri beberapa sekolah sudah melibatkan psikolog anak professional dalam tes itu.

Informasi kematangan bersekolah anak ini diperoleh psikolog dengan cara mewawancarai orangtua si anak mengenai perkembangannya, mendapatkan informasi dari guru TK sebelumnya, dan juga melakukan observasi pada anak langsung dengan bertanya, berinteraksi dengan bermain, dan mengobservasi lainnya. Dengan begitu dapat diketahui seperti apa perkembangan diri si anak. Selain itu, dilakukan pula tes intelegensi untuk mengetahui kemampuan kognitif anak. Lewat serangkaian proses itu dapat diperoleh rekomendasi, apakah anak sudah matang untuk melanjutkan ke jenjang SD atau tidak.

SETIAP ANAK BERBEDA



Kematangan setiap anak tentunya berbeda-beda. Selain dipengaruhi usia, juga oleh temperamen, cara belajar anak selama ini, tahap perkembangannya, serta faktor lingkungan yang mendukungnya. Umumnya, pada anak-anak normal, di usia 6-7 tahun anak sudah matang alias siap untuk bersekolah. Kecuali pada anak-anak yang mempunyai masalah dengan perkembangannya, seperti ada hambatan kognitif, bahasa, dan sebagainya, tentunya di usia 7 tahun belum bisa masuk SD karena ada masalah tersebut.

Memang, di usia 6-7 tahun itu boleh jadi ada beberapa aspek anak yang mungkin saja belum matang, tapi yang harus diingat, kematangan anak untuk bersekolah tidak dilihat dari satu aspek saja, tapi secara keseluruhan. Apalagi dalam setiap aspek, misalnya, aspek bahasa terdiri atas beberapa komponen, begitupun aspek motorik, dan sebagainya, masing-masing ada komponennya.

Jadi, bisa saja anak secara aspek kognitifnya sudah matang, namun secara sosial masih pem

alu. Bukan berarti anak belum matang untuk masuk SD. Kekurangan anak atau kurang siapnya anak secara sosial tersebut masih bisa diupayakan, di-support untuk lebih matang dalam aspek tersebut.
Maka itu, pemilihan sekolah pun menjadi penting. Pilihlah sekolah yang menyeimbangkan semua aspek perkembangan anak. Tidak hanya kognitif, tapi juga aspek lainnya, sehingga semua aspek anak dapat terasah secara optimal.

KERJA SAMA ORANGTUA-SEKOLAH

Mengingat sistem pendidikan di tanah air yang cenderung kurang memberikan kematangan pada aspek lain selain kognitif, maka diperlukan kerja sama antara orangtua dan pihak sekolah (SD). Orangtua harus berperan aktif dengan cara mengenal baik anaknya, mengetahui bagaimana tahapan perkembangannya, mengetahui kekurangan dan kelebihan anaknya, sehingga orangtua tahu apa yang dapat dilakukannya atas kekurangan yang dimiliki agar menjadi lebih baik serta dapat memaksimalkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Contoh, orangtua melihat anak masih kurang mandiri, maka orangtua dapat memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan hal-hal sederhana sendiri. Contoh lain, aspek sosial anak tampak masih kurang, maka anak sering-sering diajak berinteraksi dengan temannya atau orang lain.

Pihak sekolah dasar juga seharusnya bisa melihat beban-beban yang diberikan kepada muridnya agar seimbang pada setiap aspek perkembangan. Menyediakan fasilitas untuk mendukung

aspek-aspek perkembangan anak, misal, menyediakan ruang bermain seperti playground atau lapangan basket untuk mengasah kemampuan motorik anak.

Memberikan pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar anak, menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan lewat bermain terutama pada usia-usia SD awal. Guru sekolah dasar juga sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan di usia sekolah, sehingga dapat mengembangkan kemampuan anak secara keseluruhan.

INDIKATOR KEMATANGAN BERSEKOLAH
1. Aspek FISIK
· Motorik Kasar
- Bisa duduk tegap.
- Berjalan lurus dan bervariasi.
- Berlari.
- Melompat.
- Melempar.
- Memanjat.
- Naik turun tangga.


- Mengombinasi gerakan seperti lompat, jongkok, tegak dan berguling.
· Motorik Halus
- Dapat memegang pensil dengan baik.
- Menggambar orang atau sesuatu dengan lebih rapi tidak berantakan.
- Bisa makan sendiri.
- Menulis angka.
- Mewarnai.
- Menggunting.
- Menyusun lego.

2. Aspek BAHASA
- Memperkenalkan diri, nama, alamat, dan keluarga dengan jelas.
- Bercerita mengenai keadaan di rumah, sekolah, permainan, dan lain-lain.
- Menjawab pertanyaan.
- Menyanyikan lagu.
- Menyebutkan seluruh anggota badan.
- Menirukan huruf, suku kata, dan kata.

3. Aspek KOGNITIF
- Menerangkan mengenai sesuatu, misalnya kegunaan suatu benda.


- Mengenal warna.
- Mengetahui angka atau bilangan.
- Membedakan bentuk.
- Dapat mengelompokkan benda/sesuatu.
- Memahami konsep penjumlahan dan pengurangan.
- Membaca tanda-tanda umum seperti di jalan.
- Dapat berpikir lebih fleksibel dan sebab akibat.
- Rasa keingintahuan yang besar dan mencari tahu jawabannya.

4. Aspek SOSIAL-EMOSIONAL
- Bisa bermain secara interakstif dengan temannya.
- Berperilaku sesuai norma yang ada di lingkungannya.
- Menghargai adanya perbedaan maupun pendapat orang lain.
- Tidak lagi terlalu bergantung/lengket pada orangtuanya.
- Dapat menolong orang lain/temannya.
- Menunjukkan rasa setia kawan deengan temannya.
- Bisa beradaptasi di lingkungan baru seperti teman atau guru.
- Bila diberi tahu sesuatu bisa mengerti.
- Dapat berkonsentrasi maksimal 15-20 menit.
- Bisa menunggu atau menahan keinginannya.
- Dapat patuh pada aturan dan tuntutan lingkungan.

5. Aspek KEMANDIRIAN


- Sudah bisa makan sendiri.
- Pakai baju sendiri.
- Menyikat gigi sendiri.
- Toilet learning.
- Mulai dapat teratur pada rutinitas, seperti bangun tidur.




Sumber:http://kancilku.com/Ind//index.php?option=com_content&task=view&id=566

Siapakah Sholahuddin Al Ayyubi (Saladin)?

Shalahuddin Al-Ayyubi atau nama sebenarnya Yusuf bin Ayyub (1137 -1193) mengasaskan dinasti Ayyubi bangsa Kurdis di Mesir dan Syria. 

Di Barat beliau dikenali sebagai Saladin. Dia juga terkenal dalam kalangan Nasrani dan Muslim dengan kebolehannya sebagai ketua dan ketangkasannya dalam peperangan yang disertai juga dengan sifat kesateriaan dan belas kasihannya semasa Perang Salib.

Salahuddin dilahirkan di dalam sebuah keluarga Kurdish di Tikrit dan dihantar ke Damsyik untuk menghabiskan pelajarannya. Ayahnya, Najm ad-Din Ayyub, ialah gubernur wilayah Baalbek. Selama 10 tahun Salahuddin tinggal di Damsyik di kawasan istana milik Nur ad-Din.

Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya

Shalahuddin menerima latihan ketentaraan dari pamannya, Shirkuh yang juga ketika itu merupakan panglima kepada Nur al-Din dan sering mewakili Nur al-Din dalam kempennya menentang Kerajaan Fatimiyyah di Mesir sekitar tahun 1160. Shalahuddin kemudiannya mewarisi tugas menentang Kerajaan Fatimiyyah (akhirnya tumpas) dari pamannya dan dilantik menjadi panglima pada tahun 1169.

Di sana, dia mengambil alih tugas berat mempertahankan Mesir dari serangan tentara Salib dibawah Kerajaan Latin Baitulmuqaddis pimpinan Almaric I.

Kemampuan
Shalahuddin diragui pada peringkat awal perlantikkannya sebagai panglima. tidak ada yang menyangka beliau dapat bertahan lama ekoran terdapat banyak perubahan dalam kerajaan dalam tahun sebelumnya seperti perebutan kuasa oleh gubernur-gubernur yang sedia ada dalam mendapat perhatian khalifah. Sebagai seorang ketua tentera asing dari Syria, Shalahuddin tiada kuasa ke atas askar-askar Mesir yang terdiri daripada golongan Syiah yang ketika itu dipimpin oleh Khalifah Al-Adid.

Ketika khalifah Al-Adid meninggal dunia pada bulan September 1171,
Shalahuddin mengarahkan para imam mengumumkan nama Khalifah Al-Mustadi (Khalifah Abbasiyyah di Baghdad) setelah solat Jumat. Sekarang, walaupun Shalahuddin yang memerintah Mesir tetapi hanya sebagai wakil Nur ad-Din. Selepas dilantik menjadi pemimpin Mesir, Shalahuddin melakukan perubahan terhadap ekonomi Mesir, menyusun semula angkatan tentera, dan menuruti nasihat ayahnya supaya mengelak dari sebarang konflik dengan Nur ad-Din. Beliau menunggu sampai Nur ad-Din meninggal dunia sebelum memulakan beberapa siri kempen ketentaraan. Pada awalnya terhadap beberapa kerajaan-kerajaan Muslim yang kecil kemudian ke atas tentara Salib.

Dengan kewafatan Nur ad-Din pada tahun 1174, beliau menjadi Sultan Mesir. Beliau kemudian mengumumkan kemerdekaan dari kerajaan Seljuk dan mengasaskan Kerajaan Ayubbiyyah. Beliau turut mengembalikan ajaran Sunah wal jamaah di Mesir.

Menentang tentera Salib
-----------------------------------
Dalam dua peristiwa berbeda yaitu tahun 1171 dan 1173,
Shalahuddin mundur setelah satu siri serangan oleh tentera Salib. Shalahuddin berharap bahawa kerajaan Salib ini tidak diganggu selagi beliau tidak menguasai Syria. Nur ad-Din dan Shalahuddin hampir perang akibat dari peristiwa itu, tetapi dengan wafatnya Nur ad-Din pada 1174, perang ini dapat dielakkan. Ahli Waris Nur ad-Din yaitu as-Salih Ismail al-Malik, ia masih anak-anak ketika dilantik menggantikan ayahnya. Walau bagaimanapun dia meninggal dunia pada tahun 1181.

Setelah Nur ad-Din meninggal dunia,
Shalahuddin hijrah ke Damsyik, dan setibanya di sana, dia diberi sambutan yang meriah. Dia mengukuhkan kedudukannya dengan menikahi balu Nur ad-Din. Walaupun Shalahuddin tidak memerintah Aleppo dan Mosul (dua bandar yang pernah dikuasai Nur ad-Din), beliau dapat menggunakan pengaruhnya dan menguasai kedua bandar itu pada tahun 1176 (Aleppo) dan 1186 (Mosul).

Sementara
Shalahuddin Al-Ayubbi menumpukan perhatiannya ke atas wilayah-wilayah di Syria, negeri-negeri Salib dibiarkan bebas, walaupun begitu beliau sering mencatatkan kemenangan ke atas tentera Salib di mana saja kedua-dua belah pihak bertempur. Beliau bagaimanapun tumpas dalam Perang Montgisard yang berlaku pada 25 November, 1177. Dia ditewaskan oleh gabungan tentera Baldwin IV dari Baitulmuqaddis, Raynald dari Chatillon dan Kesatria Templar.

Keamanan di antara
Shalahuddin dan negeri-negeri Salib tercapai pada 1178. Shalahuddin meneruskan serangannya pada 1179 selepas daripada kekalahannya dalam Perang Montsigard, dan dalam serangannya ke atas sebuah kubu kuat tentera Salib beliau berjaya menumpaskan tentera Salib. Walau bagaimanapun, tentera Salib terus menyerang orang-orang Muslim. Raynald dari Chatillon mengganggu laluan perdagangan dan haji orang Islam dengan kapal-kapal laut di Laut Merah. Raynald juga mengancam menyerang kota suci Islam yakni Kota Mekah dan Madinah menjadikannya orang paling dibenci dalam dunia Islam. Sebagai tindak balas, Shalahuddin Al-Ayubbi menyerang Kerak, sebuah kubu Raynald pada tahun 1183 dan 1184. Raynald kemudian menyerang dan membunuh kabilah yang dalam perjalanan untuk menunaikan haji pada tahun 1185.

Pada bulan Juli tahun 1187,
Shalahuddin menyerang negeri-negeri Salib. Pada 4 Julai 1187, beliau bertempur dalam Pertempuran Hattin menentang gabungan kuasa Guy dari Lusignan (sebutan gi bukan guy), raja negeri-negeri Salib, dan Raymond III dari Tripoli. Tentera Salib yang letih dan dahagakan air mudah ditumpaskan oleh tentera Salahuddin. Kekalahan tentera Salib ini membei tamparan yang besar buat mereka dan menjadi satu titik perubahan dalam sejarah Perang Salib. Salahuddin berjaya menangkap Raynald dan beliau sendiri memancung kepala Raynald akibat kesalahannya. Raja Guy juga berjaya ditangkap tetapi beliau tidak dipancung.

Selepas tamatnya Perang Hattin,
Shalahuddin berjaya merampas kembali hampir keseluruhan kota-kota yang dikuasai tentera Salib. Beliau berjaya menawan semula Baitulmuqaddis (Jerusalem) pada 2 Oktober tahun 1187 selepas hampir 88 tahun kota itu dikuasai tentera Salib (lihat Kepungan Baitulmuqaddis). Kecuali bandar Tyre tidak ditawan Shalahuddin. Shalahuddin membenarkan tentara dan masyarakat Kristian pergi ke sana. Kota itu sekarang diperintah oleh Conrad dari Montferrat. Dia mengukuhkan pertahanan Tyre dan berjaya menahan dua kepungan yang dilakukan oleh Salahuddin. Pada tahun 1188, Shalahuddinmembebaskan Guy dari Lusignan dan menghantar beliau kembali kepada isterinya yaitu Sibylla dari Baitulmuqaddis.

Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.

Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.

Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.

Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.

Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.

Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.

Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.

Perang Hattin dan kejayaan tentera Islam menawan semula Baitulmuqaddis mengakibatkan terjadinya Perang Salib Ketiga yang dibiayai di England melalui cukai khas yang dikenali sebagai "Cukai Salahuddin". Tentera Salib ini berjaya menawan semula Acre, dan tentera Salahuddin bertempur dengan tentera Raja Richard I dari England (Richard Si Hati Singa) dalam Perang Arsuf pada 7 September 1191. Kedua-dua belah pemimpin baik
Shalahuddin maupun Richard amat menghormati antara satu sama lain. Mereka juga pernah bercadang untuk berdamai dengan mengahwinkan adik perempuan Richard, Joan dari England kepada adik lelaki Shalahuddin, Al-Adil, dengan kota Baitulmuqaddis menjadi hantarannya. Rundingan ini gagal ekoran kebimbangan berhubung hal-hal agama di kedua-dua belah pihak.

Kedua-dua pemimpin mencapai persetujuan dalam Perjanjian Ramla pada tahun 1192 yang mana kota Baitulmuqaddis akan terus berada dalam tangan orang Islam tetapi dibuka kepada penganut-penganut Kristian. Perjanjian itu menjadikan negeri-negeri salib hanyalah gugusan kecil di sepanjang pesisir pantai Tyre hingga ke Jaffa.

Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus tidak lama selepas pemergian Raja Richard..

Beliau meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai mensolati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya.

Apabila mereka membuka peti simpanan
Shalahuddin untuk membiayai upacara pengebumiannya, mereka mendapati ia tidak cukup (diriwayatkan Shalahuddin hanya meninggalkan sekeping wang emas dan empat wang perak semasa kematiannya. Ada juga riwayat yang menyebut wang itu hanyalah wang 5 Dinar) .

Shalahuddin telah memberikan hampir kesemua hartanya kepada rakyat-rakyatnya yang miskin. Makamnya yang terletak di Masjid Ummaiyyah merupakan tumpuan tarikan pelancong yang terkenal. Makamnya adalah antara makam yang sering dikunjungi umat Islam di seluruh dunia.

Semoga Allah meridhai, merahmati, dan membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem..aamin ya Rabb.

Sumber:
https://kisahmuslim.com/3915-shalahuddin-al-ayyubi.html
https://ms.wikipedia.org/wiki/Salahuddin_al-Ayyubi