Showing posts with label Artikel Guru. Show all posts
Showing posts with label Artikel Guru. Show all posts

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Pengertian Waktu Yang Menyangkut Nama Hari)

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah (Pengertian Waktu Yang Menyangkut Nama Hari)


Bismillahirrahmaanirrahiim...
Ayah bunda, seringkali kita memberikan pengertian ke ananda tentang waktu (pagi, sore, malam, nanti, kemarin, besok) masih dalam bentuk abstrak. Ananda belum sepenuhnya paham tentang keterangan waktu yang kita maksukan dalam pembicaraan sehari-hari. Bagaimana ya cara mengenalkan ke anak balita dalam mengenal waktu?
Yuk simak tips kegiatan berikut:

ALAT : Kalender
UMUR : 4-6 tahun
URAIAN : Latihan ini diharapkan anak dapat mengerti nama-nama hari dalam satu minggu.
LANGKAH-LANGKAH LATIHAN
  1. Tunjukkan kalender pada anak, kenalkan apa fungsinya.
  2. Kenalkan bagian-bagian kalender, ada nama bulan, nama hari dan tanggal. (untuk TK B boleh ditambahkan, pengetahuan lama hari dalam setahun dan  sebulan)
  3.  Ajak anak berhitung sambil menunjuk anngka-angka dalam kalender.
  4. Lalu minta anak untuk mengingat nama-nama hari dalam seminggu.
  5. Lalu ajukan beberapa pertanyaan pada anak :  Hari ini hari apa? Kemarin hari apa ?  Besok hari apa ? Setelah hari senin hari apa ? Sebelum hari sabtu hari apa ? Dll.
  6. Beri pengertian tentang arti besok, kemarin, lusa dll jika anak belum mengerti,
  7. Berilah nilai plus jika anak dapat menjawab dan menyebutkan dengan baik dan benar.

Oleh: Wida Almaidah

Ambil Saja Uangnya Aku Bersedekah Untukmu

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby



 SENTRA BERMAIN PERAN BESAR

Bermain peran di semester 2 ini, anak-anak sudah kaya dengan pengalaman main. Dengan pengalaman main yang mereka miliki itulah, aku sebagai gurunya,sudah lebih mudah memberi pijakan atau sekedar memberi arahan tentang bermain pura-pura yang benar.

Anak-anakpun sudah lebih mudah dalam menentukan peran yang hendak mereka perankan. Bahkan ketika ada 3 orang sama-sama ingin menjadi Ibu, atau ayah sudah lebih mudah ketika aku arahkan untuk saling mau mengalah, dan memilih peran yang lain yang masih tersedia.

Hal yang membuatku hari ini tertarik menceritakan dalam tulisan ini adalah saat, ada salah satu muridku ketika berperan menjadi kasir, si dianya tidak mau dibayar. Dan si anak yang berperan menjadi pembelinyapun ngotot tetap ingin membayar belanjaan yang telah dibelinya.

Endingnyq si pembeli harus mengalah karena alasan dari si kasir bahwa dia ingin bersedekah kepadanya. Masya Alloh sambung ceritanya, beberapa saat setelah pulang dari belanja anak ini pura-pura menelfon dan bilang "kamu sama semua keluargamu aku undang makan berpesta ya ke rumahku". 

Yang disambut gembira dan disampaikan kepada teman-temanya kalau harus segera bersiap-siap ke rumah si pengundang. Setelah mengunci toko dan bersiap-siap berangkatlah mereka memenuhi undangan pembelinya tadi.

Termehek-mehek saya melihatnya. Setelah mereka datang disambutlah dengan gembira seluruh keluarganya, semua anggota keluarganya berbondobg-bondong memberikan pelayanan. Ada yang menghidangkan minuman jus buah-buahan, ada yang menghidangkan kue dan buah-buahan, semuanya bersuka ria menyambutnya.

Secuil kisah ini mengajarkan kepadaku bahwa anak-anak itu belajar dari lingkungannya. Informasi yang mereka terima menjadi dasar mereka dalam melakukan segala hal dalam kehidupannya. Perkiraanku anak yang tadi punya inisiatif bersedekah dia sering melihat hal serupa.

Mungkin intensitasnya bisa dibilang sering, sehingga menjadi hal biasa yang dia lihat, sehingga ketika dia berperan muncullah pembiasaan baik dari lingkungannya. Bagaimana anak itu besar maka lihatlah lingkungan yang membesarkannya.

Oleh: Ust. Nikmatul Khosyiyyah (Guru sentra)

Manfaat Bermain Peran

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Bermain peran bagi anak usia dini menjadi kegiatan yang favorit dan sangat baik untuk perkembangan bahasa dan sosial emosionalnya. Bermain peran juga sangat berguna untuk menanamkan karekter, adab, dan aturan bagi anak-anak. Tak jarang anak-anak membawa alat dapur di ruang tamu, pun sebaliknya. Pernah juga anak-anak berkegiatan makan dan minum di kamar tidur pun begitu sebaliknya. Hal semacam inilah yang wajib dan penting untuk diberikan pijakan, arahan dan bimbingan kepada anak-anak. Bimbingan, arahan dan pijakan tersebut berguna untuk menyadarkan bahwa setiap laku kita, harus bermutu serta bertujuan.
Begitupun dengan pemilihan peran bagi anak-anak, menjadikan moment yang seru dan menegangkan. Peran yang selalu menjadi favorit adalah ayah, ibu, dokter, perawat, chef, adik dan kakak. Namun tak jarang dalam memerankan peran yang dipilih anak-anak belum tepat dengan kegiatan yang seharusnya. Dalam memerankan peran, anak sebetulnya masih dalam tahap mengaplikasikan apa yang dia lihat, apa yang dia dengar dan apa yang dia rasakan. Sehingga sangat wajar anak-anak sangat butuh pijakan dalam setiap bermain peran baik secara individu atsupun kelompok. Pijakan tersebut bertujuan untuk memberikan wacana dan informasi tentang bagaimana dan seperti apa berperan yang tepat dengan peran yang dipilihnya. Seperti hari ini ada salah satu anak yang memilih peran menjadi seorang Ibu, tapi perilakunya mirip dengan perilaku seorang anak kecil mungkin lebih tepatnya peran sebagai adik. Saat kami mengajukan pertanyaan kepadanya tentang apa saja tugas seorang Ibu, anak ini bisa mebjawab dengan tepat tentang tugas tersebut, yaitu menjaga anak-anaknya, biasanya memasak dan menyiapkan keperluan anaknya dan ayahnya (baca: suaminya). Dari segi wawasan anak ini sudah mendapat informasi yang tepat namun dari perilaku sehari-hari bisa jadi belum mendapat contoh yang tepat. Yang membuat terhenyak adalah jawabannya ketika kami memastikan dengan peran yang dipilihnya adalah "Ya ndak apalah... keluarganya berantakan, Ibunya kan masih butuh mengurus dirinya sendiri". Heem... dari hal- hal seperti inilah guru bermain peran mempunyai tugas berat untuk meluruskan pemahamannya. Bahwasannya tugas Ibu adalah menjaga keluarganya yaitu anak-anak dan suaminya. Ketika seorang ibu masih ingin mengurus dirinya sendiri pastikan anak-anaknya dalam kondisi aman dan tidak membutuhkan bantuannya. Selanjutnya adalah tugas utamanya yaitu berbakti kepada suaminya, sehingga perlu memberikan pijakan kepadanya, apakah sudah memenuhi kebutuhan ayahnya (Baca: suaminya) misal saat hendak pergi bekerja, atau saat pagi hari menyiapkan sarapan untuknya dan keperluan yang lainnya.
Secuplik kejadian ini menjadikan tugas berat seorang guru anak usia dini memang bukan kaleng-kaleng. Tugas berat ini akan menjadi titik tolak seorang anak hingga dewasanya kelak. Jika pondasi itu tepat, kuat dan benar, in sya Alloh saat dewasanya akan memetik buah yang pasti ranum, manis dan berkuwalitas. Semoga apapun yang bisa kita wariskan, yang mampu kita tanamkan diusia golden age pada anak usia dini adalah warisan yang mampu kita panen di ysumil ahir, yakni berupa Ilmu yang bermanfaat yang bernilai amal jariah. Sehingga pahalanya akan terus mengalir meski kita sudah tiada. Aamiin-aamiin yaa Robbal Alaamiin. Roemah Inspirasi Bunda Ady syafi Selasa 5 Nov 2019

Alamat Yaa Bunayya di Jawa Timur

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Ayah Bunda Alhamdulillah sudah mulai masuk bulan-bulan pendaftaran untuk buah hati kita ya..
Ayah maupun bunda pasti akan memilah memilih pendidikan yang terbaik buat buah hatinya
" Excellent With Integral Character " itu visi kami semua
" Pendidikan yang baik melalui teladan yang baik " itu motto kami
KB-TK Yaa Bunayya tersebar di seluruk kota di Jawa Timur
Di Surabaya ada:
1. KB - TK Yaa Bunayya Surabaya jl.Kejawan putih Tambak VI/1..sebagai pusat percontohan dari luar dan dalam kota surabaya
2. KB - TK Yaa Bunayya 2 Jl.Kapas Madya IV-O no 1-5 Surabaya Utara
3. KB - TK Yaa Bunayya 3 Jl. Gadel Sari Praja no 27-Tandes -Surabaya Barat

Di Sidoarjo ada:
1. Cahaya Ananda(Kb- Tk Yaa bunayya 4 ) jl.Sonokeling F/17 Perum Merpati
2. TK Yaa Bunayya Sidoarjo Jl.Dr Wahidin gang 1 perum sekardangan

Di Gresik ada:
1. KB- TK alam Yaa Bunayya jl. KH Kholil 3 dusun Yosowilangun kec Manyar gresik

Di Malang ada:
1. KB - RA Ar Rohmah Jl. Raya Jambu no 1 Sumbersekar Malang
2. KB - TK Yaa Bunayya Jl. Perum Puncak Permata Sengkaling Blok K no 4

Di Madura ada:
1. KB -TK Yaa Bunayya Jl. Perum Griya Abadi Blok BB no 1-3 Bangkalan
2. KB - TK Yaa Bunayyya Jl. Payudan Barat 3 Pabian Sumenep
3. KB - TK Yaa Bunayya Jl.Jalmak 120 Pamekasan

Di Nganjuk ada:
1. Kb - TK Yaa Bunayya Jl. Anjuk Ladang 1A no 40 Nganjuk

Di Mojokerto ada:
1. KB- TK Yaa Bunayya Jl. Raya Pancing 70 Bangsal Mojokerto

Di Bojonegoro ada:
1. KB-TK Yaa Bunayya 1 Jl. Lisman 18 B gg Yakup Campurejo
2. KB - TK Yaa Bunayya 2 Jl. KH Mansyur 151 Ledok Wetan

Masih banyak di wilayah Jawa Timur..
Insyaa Allah kami siap mengemban amanah dakwah di bidang pendidikan

Semoga manfaat !!!?


Kisah Seorang Istri

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Pagi itu ketika merapikan rumah, aku menemukan sebuah kotak berhias pita tersimpan di atas meja makan. Di atasnya terdapat kertas bertuliskan .Hadiah untuk Bunda.
Ini pasti dari suamiku, langsung saja aku buka kotak itu, di dalamnya terdapat beberapa set gamis longgar dan kerudung lebar. Heran dengan hadiah dari suamiku yang aneh.
Kok modelnya gini ? Eh, jangan-jangan mau diajak umroh jadi dikasih baju seperti orang-orang arab aku menghibur diri. Masih dalam keadaan penasaran aku menemukan secarik kertas, surat dari suamiku.
Ini isinya: 

Bunda sayang, pasti bunda kaget ya Ayah kasih hadiahnya kali ini beda. Bukan baju modis dan juga bukan perhiasan kesukaan bunda. Tas yang sudah lama bunda minta, belum juga Ayah belikan, dan malah hadiah ini yang Ayah ingin berikan untuk bunda kali ini. Bunda pasti kecewa saat membukanya, tapi tunggu dulu. Ayah ingin ceritakan sesuatu. Senyum dulu ya Bundan. Ayah kan bisa lihat senyum bunda dari kantor. Ada cctv di hati Ayah, hehehe..
Bunda sayang, Ayah rupanya salah selama ini. Ayah bangga memperkenalkan Bunda ke teman kantor Ayah, relasi bisnis, dan apalagi ke atasan Ayah. Bangga rasanya punya istri yang cantik dan berpenampilan menarik. Berjalan di samping bunda, lalu melihat banyak mata melirik memperhatikan Bunda.
Pikir Ayah saat itu, siapa dulu dong suaminya. Ayah yang selama ini membiarkan bunda bergaul bebas dengan teman laki-laki ataupun perempuan. Bunda yang banyak keluar rumah sendiri tanpa didampingi Ayah dan berinteraksi dengan banyak orang.
Ayah pikir, yaa Bunda kan juga harus maju dan menjadi wanita masa kini yang mandiri dan supel. Makanya Ayah percaya saja setiap kali bunda ada urusan sampai pulang larut malam, dan pulang diantar teman dekat laki-laki yang bisa jaga Bunda di perjalanan.
Kemarin itu Pak Jimmy teman kantor yang Ayah kenalkan ke Bunda tempo hari, datang bawa istrinya. Di luar dugaan Ayah, istrinya memakai pakaian lebar, kerudungnya panjang sampai betis. Polos dan sederhana sekali. Melihatnya ayah langsung menundukkan pandangan dan bersikap hormat. Bicara tanpa berani melihatnya.
Di antara teman kantor yang lain, hanya Pak Jimmy ini yang belum pernah membawa istrinya di acara-acara kantor. Hari itu pun karena kebetulan Pak Jimmy izin cuti untuk menengok ibunya yang sakit kemudian mampir ke kantor bersama istrinya untuk mengambil beberapa barang miliknya yang tertinggal.
Kok Ayah refleks bersikap hormat dan malu melihatnya ya? Begitupun teman kantor yang lain, hanya menyapa tanpa berani melihatnya. Padahal kalau boleh jujur nih Bunda, Ayah dan teman-teman kantor itu setiap hari ada saja perempuan yang kita jadikan bahan guyonan. Apalagi kalau lagi kedatangan SPG rokok yang sesekali datang ke kantor Ayah. Sudah deh, heboh langsung seisi kantor otaknya langsung mendidih semua. Kecuali Ayah lhoo bunda. Hehehe..
Ayah jadi mikir, berarti selama ini Bunda pun Ayah biarkan dilihat dan dinikmati mata laki-laki atas kecantikan Bunda. Kok beda ya rasanya, ternyata bukan bangga tapi seharusnya ayah cemburu membiarkan bunda tidak menutup aurat.
Nah kemarin, saat Pak Jimmy kembali ke kantor Ayah ngobrol-ngobrol dengan beliau. Ayah baru tahu kalau katanya, suami harus cemburu terhadap istrinya. Kalau ndak cemburu itu namanya Dayyuts, yaitu lelaki yang membiarkan kejahatan (zina, buka aurat, bergaul bebas) dilakukan oleh ahlinya (istri dan keluarganya). Dayyuts itu lawan kata dari cemburu (karena iman).
Kata Pak Jimmy, seorang suami yang peduli pada istrinya kadang akan nampak sebagai seorang pencemburu. Kecemburuan yang berdasarkan agama ini dibenarkan.
Cemburu seorang suami dan Ayah adalah wajib bagi mereka demi menjaga harga diri dan kehormatan istri dan anak anaknya.
Bunda, Ayah menyesal baru menyadari ini, tapi Ayah bersyukur belum terlambat, baca ini dulu bunda:
"…dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,... " ini ada dalam QS. An Nuur :31, dan ada lagi bunda..
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu…." (QS. Al Ahzaab : 33)
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri istri orang mukmin, hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu…" (QS. Al Ahzaab : 59)
Bunda, bolehkah Ayah meminta hadiah dari bunda? Jadikanlah Ayah seorang laki-laki yang bahagia karena Ayah Bunda jadikan sebagai laki-laki satu-satunya yang boleh melihat kecantikan bunda.
Ayah ingin sekali bunda tampil sederhana saja saat keluar rumah, berbalut pakaian syar’i yang tidak perlu diperindah lagi dengan make up, warna, dan aksesoris yang menarik perhatian. Karena percuma dong Bunda kalau masih berhias walaupun berjilbab tetap saja akan beresiko menimbulkan fitnah.
Bunda sangat cantik, dan biarlah kecantikan itu menjadi perhiasan dunia milik Ayah saja. Bolehkah Bunda jika Ayah meminta ini? Ayah berdo’a sambil menulis surat ini, semoga Allaah menghadiahi Ayah istri sholehah yang akan mendampingi Ayah di dunia dan di akhirat. Peluk Ayah untuk Bunda, sambut Ayah nanti sore dengan pakaian barunya ya Bunda?.......
Air mataku berurai jatuh, kertas berisi surat teromantis dari Ayah untukku. Apalagi yang aku inginkan, kecuali pujian dan rasa kasih sayang Ayah padaku karena keta’atannya kepada Allaah. Baik Ayah, permintaan ini terlalu mulia untuk aku tolak.
Bismillaah, hadiah Ayah kali ini menjadi hadiah terindah untukku.

Bagaimana Cara Deep sleep?

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Tidur adalah aktivitas sepele, tapi sesungguhnya aktivitas ini sangat penting sekali.
Tidur itu bukan soal kuantitas, tapi pada kualitasnya.
Selama 1 bulan ini setiap malam saya hanya tidur 2-3 jam sehari. Bangun sebelum shubuh dan tidak tidur lagi. Kebayang gimana capeknya?
Tapi ternyata enggak capek. Malah badan jadi enakeun. Karena saya bener2 tidur deep sleep.
Saya tau tidur deep sleep ini dari coach Armala. Tadinya heran, masak sih?
Setelah browsing2 ternyata bener. Ada 3 tahapan ketika kita tidur.
Light sleep. Tahapan kita baru aja tertidur.
Deep sleep. Tahapan kita bener2 tidur. Nyenyak pules. Dan itu berlangsung selama 2 jam.
Rem sleep. Tahapan dimana kita tidur tapi bermimpi. Nah rata2 orang biasanya mengalami rem sleep. Akhirnya membuat badan cepat capek walaupun tidur selama 8 jam.
Kok bisa saya menemukan cara tidur Deep Sleep?
Nahh inilah tahapan yang saya siapkan sebelum tidur
1. Berwudhu sebelum tidur.
2. Sholat witir 3 rakaat sebelum tidur.
3. Tidak bermain HP lagi. Bener2 diletakkan
4. Sebelum baca doa tidur. Baca Alfatihah, Al ikhlas, Al Falaq, Annas, Ayat kursi. Lalu doa mau tidur.
5. Berdoa minta ampun sama Allah karena seharian banyak khilaf dan salah. Cara ini dipraktekan Bilal bin Rabbah.
6. Minum air putih 1 gelas
Alhamdulillah setelah membiasakan aktivitas sebelum tidur. Saya tidak bermimpi lagi. Bener2 tidurnya pulas. Tidur 2-3 jam cukup.
Dan alarm tubuh saya otomatis mensetting tubuh saya bangun sebelum shubuh.
Semua ini terjadi atas izin Allah. Tapi tetep manusia harus ikhtiar dlu. Mohon bener2 sama Allah agar Allah mau bertemu di sepertiga malam terakhir kita.
Tips nya cukup sederhana. Tapi jika dibiasakan InshaAllah jadi tidur yang berkualitas.
Semangat sholat malam mak. Sholat malam itu kebiasaan orang orang sholeh.
Dan seorang ibu sebaiknya sholat malam. Agar setelah sholat malam kita bisa memegang dada anak kita, lalu berdoa untuknya.
Doa seorang ibu ma'bul.
Pegang dada anak kita. Baca Alfatihah, Ayat Kursi, Qs Al Insyiroh dan Al Qadr.
Kata ustadz saya, ini adalah cara agar anak kita tidak diganggu makhluk ghoib. Dan agar di masa depan anak anak kita terhindar dari dosa zina.
Bismillah kita bisa 💪
Mari terus berdoa yang baik baik. Gunakan keistimewaan doa seorang ibu untuk mendoakan anak anaknya 😇
Semoga bermanfaat

Perbaiki Lisan Kita

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby


👄Seorang teman bertanya : 'Berapa gajimu sebulan kerja di toko itu ?".
Ia menjawab : "1,5 juta rupiah".
"Cuma 1,5 juta rupiah? sedikit sekali ia menghargai keringatmu. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu ?".
Sejak saat itu temanmu jadi membenci pekerjaannya. lalu dia meminta kenaikan gaji pada pemilik toko, pemilik toko menolak dan mem PHK nya. Kini temanmu malah tidak berpenghasilan dan jadi pengangguran.
👄Saat arisan seorang ibu bertanya : "Rumahmu ini apa tidak terlalu sempit ? bukankah anak2 mu banyak ?".
Rumah yang tadinya terasa lapang sejak saat itu mulai dirasa sempit oleh penghuninya. Ketenangan pun hilang saat keluarga ini mulai terbelit hutang kala mencoba membeli rumah besar dengan cara kredit ke bank.
👄Saudara laki2nya bertanya saat kunjungan seminggu setelah adik perempuannya melahirkan : "Hadiah apa yang diberikan suamimu setelah engkau melahirkan ?"
"tidak ada"
jawab adiknya pendek.
Saudara laki2 nya berkata lagi : "Masa sih, apa engkau tidak berharga disisinya ? aku bahkan sering memberi hadiah istriku walau tanpa alasan yang istimewa".
Siang itu, ketika suaminya lelah pulang dari kantor menemukan istrinya merajuk dirumah, keduanya lalu terlibat pertengkaran. Sebulan kemudian, antara suami istri ini terjadi perceraian.
Dari mana sumber masalahnya ?
Dari kalimat sederhana yang diucapkan saudara laki2 kepada adik perempuannya.
👄Seseorang bertanya pada kakek tua itu : "Berapa kali anakmu mengunjungimu dalam sebulan ?" Si kakek menjawab : "Sebulan sekali". 
Yang bertanya menimpali : "Wah keterlaluan sekali anak2mu itu. Diusia senjamu ini seharusnya mereka mengunjungimu lebih sering".
Hati si kakek menjadi sempit padahal tadinya ia amat rela terhadap anak2 nya, yang juga sedang berjuang dalam kehidupan nya. Kini Ia jadi sering menangis dan ini memperburuk kesehatan dan kondisi badannya.
APA SEBENARNYA KEUNTUNGAN YANG DIDAPAT KETIKA BERTANYA SEPERTI PERTANYAAN2 DI ATAS ITU ???
Jagalah diri dan jangan mencampuri kehidupan orang lain.
Jangan Mengecilkan dunia mereka. Menanamkan rasa tak rela pada yang mereka miliki. Mengkritisi penghasilan dan keluarga mereka dan lain2
Kita akan menjadi agen kerusakan di muka bumi dengan cara ini. Bila ada bom yang meledak cobalah introspeksi diri, bisa jadi kitalah sebenarnya yang menyalakan sumbunya..
JAGALAH DIRI DENGAN MENGHARGAI KEHIDUPAN ORANG LAIN.

Oleh Bunda Kurnia

APAPUN SEKOLAHNYA, YANG PENTING ORANG TUA NYA

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Foto: Syiar Muharram di PENS ITS
Senin Kemarin Time line medsos ramai sekali Dengan postingan Mamud dan Pahmud, Baik yang Mamud Pahmud ABAS (Anak Baru Satu) Atau ABUBA (Anak Buanyak Banget).
Sekedar buat lucu-lucuan sih..No problemo, Apalagi kalau sekolahnya high class, sekolah elit, sekolah bonafit, atau sekolah unggulan
Ada perasaan bangga ( semoga tidak bercampur 'Ujub ) pada saat mengantar anak-anaknya ke Sekolah tersebut. Namun ada satu hal yang patut diingat dear mommies & daddies, Sebagus atau semahal apapun Sekolah anak-anak kita, Sama sekali bukan jaminan untuk menghasilkan anak yang sholih dan sholihah, atau  Anak yang berakhlaqul karimah. Saya bisa berkata seperti ini Karena sudah hampir 15 tahun Mengelola lembaga pendidikan, Berinteraksi dengan banyak stake holder pendidikan, bergaul dengan berbagai kalangan dari dunia pendidikan, Sehingga bisa mengambil sebuah kesimpulan, Bahwa SEKOLAH TERBAIK ADALAH KELUARGA, terutama untuk anak-anak sampai dengan usia SD.
Adalah sebuah kemustahilan jika kita mengharapkan anak-anak kita ber-Akhlaq Yg baik sedangkan di rumah orang tuanya
  • Sering bertengkar,
  •  Sering marah-marah
  • Sering berkata kasar

Juga akan menjadi Mission (Almost) Impossible.. jika mengharapkan anak-anaknya menjadi anak yang taqwa, rajin sholat (berjama'ah di masjid bagi yang pria), mampu menghafal AL-Qur'an dengan baik, semangat dalam menuntut ilmu terutama Ilmu Agama, Jika orang tuanya
  • Kurang perduli terhadap Ilmu Agama.
  •  Ayahnya malas sholat berjama'ah di Masjid,
  •  Bunda juga sering kali sholat tidak di awal waktu.
  •  Ayah Bunda malas menuntut Ilmu Agama, menghadiri Kajian-kajian keIslaman, bahkan jarang berinteraksi dengan Al-Qur'an,
  • dst..dst..

Perlu kita semua ketahui, panutan anak-anak adalah Orang tuanya, dan bukan gurunya. Sebagian anak-anak bahkan bercita-cita ingin seperti orang tuanya.
Ayah, bagi seorang anak laki-laki adalah “Role Model” sedang bagi anak perempuan Ayah adalah “First Love” mereka
Bunda... Terlebih seorang Bunda, Baik anak laki-laki dan perempuan Banyak yang menjadikan sosok bundanya sebagai “Malaikat Pelindung”

Satu rahasia kecil, bahwa Sikap para 'Ulama' dan orang bijak terdahulu..Jika mendapati anaknya berbuat kurang baik, berkata tidak jujur, sulit diatur... maka mereka pertama akan menyalahkan diri mereka sendiri, bahkan menghukum diri mereka sendiri... •
•√ Kenapa anak-anak saya bisa seperti ini..?
•√ Apakah saya telah berbuat dosa..?
•√ Apakah ada makanan haram yang saya berikan untuk anak-anak saya...?

Itulah sejatinya orang tua yang baik.
Setiap ada kejadian yang kurang mengenakkan tentang buah hati, mereka langsung bermuhasabah, bukan menyalahkan si anak, bukan pula menyalahkan orang lain, bukan juga mengkambing Hitamkan sekolah dan lingkungan, walau secara keseluruhan ada juga faktor-faktor pemicu kenakalan anak-anak kita, Namun... faktor terbesar adalah kelalaian orangtuanya. Jadi,, memang baik mencari Sekolah yang terbaik untuk buah hati kita,

Namun lebih dari itu semua...Mari kita sebagai Orang tua belajar menjadi Guru kehidupan buat anak-anak kita. Guru yang akan terus dikenang “baik dan buruknya” oleh anak-anak kita Guru yang tidak hanya mengantarkan anak-anak ke gerbang wisuda, Tapi lebih jauh mengantarkan mereka masuk ke gerbang Surga.
Mari Sahabat semua... Kita berdo'a untuk Kebaikan anak-anak kita, Dan kita juga terus bermohon agar Alloh selalu memberikan Kekuatan kepada kita untuk menjadi Orangtua yang bertanggung jawab, Yang menjadi Uswatun Hasanah buat putra-putri kita, Investasi dunia akhirat kita.
Semoga Alloh Swt meng-ijabah Do'a kita semua
امين يامجيب الساءلين
🌷🌷

oleh hilmi firdausi

MATAKU TIDAK BISA TERPEJAM SEBELUM ENGKAU RIDHA

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Bismillahirrahmanirrahim.


Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ فِي الْجَنَّةِ؟قُلْنَا بَلَى يَا رَسُوْلَ الله كُلُّ وَدُوْدٍ وَلُوْدٍ، إِذَا غَضِبَتْ أَوْ أُسِيْءَ إِلَيْهَا أَوْ غَضِبَ زَوْجُهَا، قَالَتْ: هَذِهِ يَدِيْ فِي يَدِكَ، لاَ أَكْتَحِلُ بِغَمْضٍ حَتَّى تَرْضَى
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?” Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!” Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Wanita yang penyayang lagi subur. Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata: “Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.” (HR. Ath Thabarani dalam Al Ausath dan Ash Shaghir. Lihat Ash Shahihah hadits no. 3380)

Istri yang menginginkan hidup penuh dengan kebahagiaan bersama suaminya adalah istri yang tidak mudah marah. Dan niscaya dia pun akan meredam kemarahan dirinya dan kemarahan suaminya dengan cinta dan kasih sayang demi menggapai kebahagiaan surga. Ia tahu bahwa kemuliaan dan posisi seorang istri akan semakin mulia dengan ridha suami. Dan ketika sang istri tahu bahwa ridha suami adalah salah satu sebab untuk masuk ke dalam surga, niscaya dia akan berusaha menggapai ridha suaminya tersebut. Allah Subhaanahu wa Ta’alaa berfirman ketika menjelaskan cirri-ciri orang yang bertaqwa, satu di antaranya adalah orang yang pemaaf ;

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Qs. Ali-Imran: 134)
Wahai para istri shalihah, jadikan baktimu kepada suamimu berbalas ridha Allah. Lakukanlah baktimu dengan niat ikhlas karena Allah, berusahalah dengan sungguh-sungguh dan lakukan dengan cara yang baik. Lakukanlah untuk mendapatkan ridha suamimu, maka Allah pun akan ridha terhadapmu.. Insyaalah.
Sebaliknya, apabila suami tidak ridha, Allah pun tidak memberikan keridhaan-Nya. Parahnya lagi, para malaikat pun akan melaknat istri yang durhaka. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْهَا
“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan terhadapnya), maka penghuni langit murka kepadanya hingga suaminya ridha kepadanya.” (HR. Bukhari no. 5194 dan Muslim no.1436)

Bahkan, apabila suami murka bisa mengakibatkan tertolaknya shalat yang dilakukan oleh sang istri. Wal iyyadzubillaah. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada hadits riwayat Ibnu Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa,

ثَلَاثَةٌ لَا تَرْتَفِعُ صَلَاتُهُمْ فَوْقَ رُءُوسِهِمْ شِبْرًا رَجُلٌ أَمَّ قَوْمًا وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ وَامْرَأَةٌ بَاتَتْ وَزَوْجُهَا عَلَيْهَا سَاخِطٌ وَأَخَوَانِ مُتَصَارِمَانِ

“Ada tiga kelompok yang shalatnya tidak terangkat walau hanya sejengkal di atas kepalanya (tidak diterima oleh Allah). Orang yang mengimami sebuah kaum tetapi kaum itu membencinya, istri yang tidur sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua saudara yang saling mendiamkan (memutuskan hubungan).” (HR. Ibnu Majah I/311 no. 971 dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Misyakatul Mashabih no. 1128)

Gapailah ridha Allah melalui ketaatan terhadap suami

Marilah kita berusaha mendapatkan ridha Allah. Karena mendapatkan ridha Allah merupakan tujuan utama dari kehidupan seorang muslim. Dan kehidupan berumah tangga merupakan bagian darinya, dan satu diantara yang akan mendatangkan keridhaan Allah adalah proses ketaatan istri terhadap suaminya. Sebuah tujuan yang lebih agung daripada berbagai kenikmatan apapun. Sebagaimana firman Allah Subhaanahu wa Ta’alaa,

وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar”. (Qs. At-Taubah: 72)

Diutamakannya ridha Allah atas nikmat yang lain menunjukkan bahwa sekecil apapun yang akan membuahkan  ridha Allah, itu lebih baik daripada semua jenis kenikmatan. Seorang istri hendaknya menjadikan ridha Allah sebagai tujuan utama. Harapan untuk meraih ridha Allah inilah yang seharusnya dijadikan motivasi bagi istri untuk senantiasa melaksanakan ketaatan kepada sang suami. Jika Allah sudah memberikan ridha-Nya, adakah hal lain yang lebih baik untuk diharapkan?
Tapi ingatlah saudariku, bahwasanya ketaatan terhadap suami bukanlah sesuatu yang mutlak, tidak boleh taat kepadanya dalam hal kemaksiatan. Tidak ada alasan ketaatan untuk kemaksiatan.

لاَ طَاعَةَ لِـمَخْلُوقٍ فِي مَعْصِيَةِ الْـخَالِقِ

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihahno. 179)

Walaupun keluarga dalam masalah, seperti himpitan ekonomi, hutang yang kelewat besar atau persoalan kehidupan lainnya, seorang istri tetap tidak dibenarkan menuruti perintah suaminya yang melanggar kaidah syar’i. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada kewajiban taat jika diperintahkan untuk durhaka kepada Allah. Kewajiban taat hanya ada dalam kebajikan” (HR Ahmad no 724. Syeikh Syuaib Al Arnauth mengatakan, “Sanadnya shahih menurut kriteria Bukhari dan Muslim”).

Dan ketahuilah duhai para istri shalihah, bahwasanya ridha suami berlaku pula untuk amalan sunnah yang hendak dikerjakan oleh sang istri, seperti berpuasa atau menerima tamu. Dalam hal ini, istri juga wajib mendapat ridha suami melalui izinnya. Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita,

لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، وَلاَ تَأْذَنَ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ

“Tidak halal bagi seorang isteri untuk berpuasa (sunnah), sedangkan suaminya ada kecuali dengan izinnya. Dan tidak halal memberi izin (kepada orang lain untuk masuk) ke rumahnya kecuali dengan seizin suaminya.” (HR. Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)

Memang benar adanya bahwa kehidupan yang telah dan sedang kita jalani telah memberikan banyak pengalaman berupa tantangan dan kesulitan dalam kehidupan suami istri. Hadapilah kesulitan-kesulitan tersebut dengan kesabaran dan ketabahan. Perhatikanlah apa yang dikatakan Abu Darda’ kepada istrinya,
Disebutkan dalam Tariqh Damasyqus (70/151) dari Baqiyah bin Al-Walid bahwa Ibrahim bin Adham berkata, Abu Darda’ berkata kepada istrinya Ummu Darda’.

إذا غضبت أرضيتك وإذا غضبت فارضيني فإنك إن لم تفعلي ذلك فما أسرع ما نفترق ثم قال إبراهيم لبقية يا أخي وكان يؤاخيه هكذا الإخوان إن لم يكونوا كذا ما أسرع ما يفترقون

“Jika kamu sedang marah, maka aku akan membuatmu jadi ridha dan Apabila aku sedang marah, maka buatlah aku ridha dan. Jika tidak maka kita tidak akan menyatu. Kemudian Ibrahim berkata kepada Baqiyah “Wahai saudaraku, begitulah seharusnya orang-orang yang saling bersaudara itu dalam melakukan persaudaraannya, kalau tidak begitu, maka mereka akan segera berpisah”.

Suamimu bukanlah malaikat

Sadarilah pula wahai para istri yang shalihah.. bahwa suami kita bukanlah malaikat, dan tidak akan pernah berubah menjadi malaikat. Kalau kita menyadari akan hal ini, persiapkanlah diri kita untuk menerima kesalahan dan kekeliruan suami kita, serta berusaha untuk tidak mempermasalahkannya. Karena berbuat salah sudah menjadi tabiat manusia. Kita bisa mengambil sikap bijak untuk menanggulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bukan dengan mengikuti kesalahan-kesalahan suami, tetapi bisa melalui dua hal.
Pertama, Menasehati suami dengan cara yang baik apabila terbukti jelas ia berbuat kesalahan dalam kehidupan rumah tangga.
Kedua, tidak mencela dan mencemoohnya bila ia berulang kali melakukan kesalahan yang sulit dihindari tabiatnya, dan ini pasti ada dalam kehidupan berumah tangga, akan tetapi bantulah dia untuk memperaiki diri dan meninggalkan kesalahan tersebut. Allah subhaanahu wa ta’aala berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

 “Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An-Nisaa’: 19)

Bersyukurlah akan anugerah dari Allah kepada kita berupa sang suami

Duhai para istri..
Marilah kita sadari bahwasanya suami yang Allah anugerahkan kepada kita adalah sebuah nikmat yang besar. Perhatikanlah di sekeliling kita! Betapa banyak para wanita yang mendambakan kehadiran seorang suami, tapi belum juga mendapatkannya. Dan betapa banyak pula wanita-wanita yang terpisah jauh dari suaminya, bahkan betapa banyak pula wanita-wanita yang kehilangan suaminya. Bersyukurlah duhai para istri shalihah. Janganlah sampai kita tergolong ke dalam firman Allah berikut ini.

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur (berterima kasih)”. (Qs. Saba’:13)

Perhatikan hak-hak suami dan peranan masing-masing istri dan suami

Dan ingatlah pula bahwasanya suami adalah nahkoda bagi rumah tangga kita. Allah Subhaanahu wa Ta’aalaa berfirman,

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka”. (QS. An-Nisaa’ 34)

Ya, suami adalah pemimpin rumah tangga kita. Maka dari itu, kita (suami dan istri) harus saling memahami peran masing-masing di dalam rumah tangga. Taatilah suami kita dengan baik selama bukan ketaatan dalam perbuatan maksiat. Karena taat kepada suami merupakan salah satu kewajiban kita sebagai istri. Dengan begitu, kita bisa merebut hati suami kita dan kita pun akan mendapatkan ganjaran dari Allah berupa surganya yang indah. Perhatikanlah hadits berikut ini,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah ke dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dan jagalah hak-hak suami kita. Sadarilah besarnya hak suami atas diri kita. Ingatlah, sejak kita menikah, maka sang suamilah yang paling berhak atas diri kita. Sampai-sampai Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ المَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seseorang sujud kepada orang lain, maka aku akan menyuruh seorang wanita sujud kepada suaminya.” (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, di shahihkan oleh Al-Albani dalam Irwaa’ul Ghalil (VII/54).

Bersyukurlah terhadap pemberian suami

ورأيت النار فلم أر منظرا كاليوم قط ورأيت أكثر أهلها النساء قالوا: بم يا رسول الله ؟ قال بكفرهن قيل أيكفرن بالله ؟ قال: يكفرن العشير ويكفرن الإحسان لو أحسنت إلى إحداهن الدهر كله ثم رأت منك ما تكره قالت ما رأيت منك خيرا قط

“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (HR. Bukhari, no. 105 2 , dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma)

Jangan selalu melihat kekurangan suami. Apabila kita menemukan adanya kekurangan pada diri suami kita, sadarilah bahwasanya kita pun mempunyai banyak kekurangan. Berusahalah untuk saling menutupi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dan bersyukur pulalah atas pemberian suami. Jangan sekali-kali istri meremehkan atau tidak suka kepada suaminya hanya karena uang yang diberikan suaminya terlalu kecil menurut pandangannya, padahal sang suami telah bekerja keras. Ingatlah kepada Allah apabila keinginan hendak meremehkan itu muncul. Bagaimana mungkin seorang istri meremehkan setiap tetes keringat suaminya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah menganggapnya mulia?

Apapun pekerjaannya dan berapa pun penghasilannya, bukanlah masalah besar asalkan halal dan mampu dilakukan secara berkelanjutan. Bersyukurlah dan bersabarlah wahai para istri shalihah. Bukankah masih banyak orang-orang yang keadaannya jauh di bawah kita? Ingatlah akan sabda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Pandanglah orang yang berada di bawah kalian (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah kalian memandang orang yang berada di atas kalian. Karena yang demikian itu lebih pantas agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian.”(HR Muslim, no. 2963)

Bersyukurlah dengan kebaikan-kebaikan suami yang ada. Karena istri yang tidak bersyukur akan kebaikan suami adalah istri yang tidak bersyukur kepada Allah subhaanahu wa ta’alaa. Sebagaimana sabda Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam,

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia dia tidak bersyukur kepada Allah”. (Hadits riwayat Abu Daud dan di shahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud (4811).

Berusahalah untuk menjadi istri yang shalihah

Berusahalah untuk menjadi istri yang shalihah. Istri shalihah, yaitu istri yang baik akidahnya, amal ibadahnya dan baik pula akhlaknya. Bagi seorang suami, istri shalihah tak sekedar istri. Ia adalah teman di setiap  langkah kehidupan, pengingat di kala lalai, penuntun di saat tersesat, dan ia adalah ustaadzah bagi rumah tangganya. Sungguh, tiada kebahagiaan di dunia yang lebih indah daripada bersanding dengan istri shalihah.

Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَة

“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah.” (HR. Muslim no. 1467)

Menjadi istri shalihah adalah sebuah kemungkinan yang dapat diraih dengan keihklasan dan bersungguh-sungguh dengan penuh ketulusan. Pelajarilah bagaimana wanita terdahulu mampu meraihnya. Contohlah mereka dan lakukan dalam rumah tangga kita. Jika sudah demikian, bersabarlah untuk memetik hasilnya.

Kita sadari bahwasanya,
Kita bukanlah Hajar, yang begitu taat dalam ketakwaan,
Kita bukanlah Asiyah, yang begitu sempurna dalam kesabaran,
Kita bukanlah Khadijah, yang menjadi teladan dalam kesetiaan,
Kita bukanlah ‘Aisyah, yang menjadikan indah seisi dunia,
Tetapi kita, hanyalah seorang istri yang berusaha meraih predikat “Shalihah”.
Wa shallallaahu ‘ala nabiyyiinaa Muhammad wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam

Wallahu a’lam.
Wabillahi taupiq wall hidayyah
Wassalaamu’allaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Read more https://muslimah.or.id/3066-mataku-tidak-bisa-terpejam-sebelum-engkau-ridha.html
Dibagikan ulang Face book : Komunitas Islam Jalan Menuju Surga-staupiq@gmail.com-staupiq.wordpress.com