Alamat Yaa Bunayya di Jawa Timur


Ayah Bunda Alhamdulillah sudah mulai masuk bulan-bulan pendaftaran untuk buah hati kita ya..
Ayah maupun bunda pasti akan memilah memilih pendidikan yang terbaik buat buah hatinya
" Excellent With Integral Character " itu visi kami semua
" Pendidikan yang baik melalui teladan yang baik " itu motto kami
KB-TK Yaa Bunayya tersebar di seluruk kota di Jawa Timur
Di Surabaya ada:
1. KB - TK Yaa Bunayya Surabaya jl.Kejawan putih Tambak VI/1..sebagai pusat percontohan dari luar dan dalam kota surabaya
2. KB - TK Yaa Bunayya 2 Jl.Kapas Madya IV-O no 1-5 Surabaya Utara
3. KB - TK Yaa Bunayya 3 Jl. Gadel Sari Praja no 27-Tandes -Surabaya Barat

Di Sidoarjo ada:
1. Cahaya Ananda(Kb- Tk Yaa bunayya 4 ) jl.Sonokeling F/17 Perum Merpati
2. TK Yaa Bunayya Sidoarjo Jl.Dr Wahidin gang 1 perum sekardangan

Di Gresik ada:
1. KB- TK alam Yaa Bunayya jl. KH Kholil 3 dusun Yosowilangun kec Manyar gresik

Di Malang ada:
1. KB - RA Ar Rohmah Jl. Raya Jambu no 1 Sumbersekar Malang
2. KB - TK Yaa Bunayya Jl. Perum Puncak Permata Sengkaling Blok K no 4

Di Madura ada:
1. KB -TK Yaa Bunayya Jl. Perum Griya Abadi Blok BB no 1-3 Bangkalan
2. KB - TK Yaa Bunayyya Jl. Payudan Barat 3 Pabian Sumenep
3. KB - TK Yaa Bunayya Jl.Jalmak 120 Pamekasan

Di Nganjuk ada:
1. Kb - TK Yaa Bunayya Jl. Anjuk Ladang 1A no 40 Nganjuk

Di Mojokerto ada:
1. KB- TK Yaa Bunayya Jl. Raya Pancing 70 Bangsal Mojokerto

Di Bojonegoro ada:
1. KB-TK Yaa Bunayya 1 Jl. Lisman 18 B gg Yakup Campurejo
2. KB - TK Yaa Bunayya 2 Jl. KH Mansyur 151 Ledok Wetan

Masih banyak di wilayah Jawa Timur..
Insyaa Allah kami siap mengemban amanah dakwah di bidang pendidikan

Semoga manfaat !!!?


Muharram di KB-TK Yaa Bunayya

Bulan Muharram adalah bulan hijrah, bulan yang menumbuhkan semangat kita untuk selalu meningkatkan kebaikan. Begitupun dengan KB-TK Yaa Bunayya Surabaya, yang mengawali bulan Muharram dengan berbagi kepada para Abang becak melalui kegiatan Syiar Muharram dan bakti sosial. Selain berbagi rezeki kepada orang lain, semangat berbagi ilmu juga dibudayakan di KB-TK Yaa Bunayya Surabaya. Berbagi ilmunya melalui sharing dan study banding yang beruntun padat di bulan ini.
Beberapa PAUD sekitar Surabaya, KB-TK Al Azhar Kelapa Gading mengawali kunjungan di kami. Lanjut dari Pulau seberang ada Yaa Bunayya Bangkalan dan Yaa Bunayya Sumenep. Alhamdulillah dari luar Surabaya tidak mau ketinggalan semangat menimba ilmunya, mulai dari Yaa Bunayya Lumajang, Yaa Bunayya Bondowoso, serta KB-TK Adh Dhuha Jember.
Dalam setiap kunjungan yang kami terima, kebanyakan sharing dan melihat tentang proses KBM yang sudah terintegrasi nilai-nilai Tauhid. Bagaimana para asatidzah menemani dan membimbing ananda mengenal RabbNya melalui semua kegiatan, dan belajar menerapkan sekolah Tahfidz yang ramah anak dan sesuai dengan tahap usianya. 
"Semoga dengan semakin banyak dan seringnya berbagi ilmu ini, selain mempererat silaturrahim, kami bisa senantiasa meningkatkan mutu dan menjaganya, terutama dalam pengelolaan dan proses pembelajaran" ucap  Direktur PAUD Hidayatullah Surabaya disela-sela sambutan mengawali sharing siang harinya.



Kegiatan berbagi dengan abang Becak sebelum berkeliling naik becak


Baksos sembako dan uang tunai


Pengamatan di sentra bermain peran besar (makro)
Pengamatan di sentra Bermain peran kecil (mikro) dan sentra seni


Pengamatan saat pijakan awal di sentra bahan alam



Sharing bersama pengelola tentang semua sentra


Foto bersama sebelum pamit pulang



Silaturrahmi bersama guru dan pengelola 




BUNDA PAHAMI AKU


“Mengenalkan keberadaan Rabb sejak dini, adalah pondasi awal memahamkan anak akan tugas seorang hamba terhadap Khaliq-Nya”
Anak adalah karunia yang Allah berikan kepada kita. Walaupun sesungguhnya itu hanyalah titipan belaka. Ketika waktunya sudah tiba, dengan suka hati atau terpaksa akan dikembalikan kepada yang Empunya. Namun kegembiraan dan rasa memiliki buah hati sering kali membuat kita lupa, seolah kita paling tahu dan bisa menentukan setiap keberhasilannya.
Jika mengingat kembali kajian-kajian yang pernah diikuti, tentunya tidak akan lupa bagaimana sesungguhnya Allah menata perjalanan manusia. Dia menciptakan roh di alamnya, kemudian ditiupkan pada rahim seorang ibu yang sedang mengandung, disitulah ada ikatan janji antara pencipta dan ciptaannya. Pada saatnya, janin akan keluar dari alam kesendirian menuju medan penuh tantangan yakni dunia. Jatah usia manusia sudah ditentukan Yang Maha Kuasa, karena itulah dalam menjalani kehidupan ini tidak lain hanya untuk mencari bekal sampai malaikat maut menghampiri kita.
Melihat perjalanan manusia sedemikian rupa, apa yang bisa dilakukan agar Allah membaguskan penciptaan kita pada kedua kali-nya kelak di alam kebangkitan? Di atas sudah disinggung tentang menyiapkan bekal, tentunya harus penuh gizi bukan instan atau pun cepat saji. Butuh dibersihkan, diracik dan diolah supaya banyak peminat dan bermanfaat. Dengan demikian, panduan tepat sangat dibutuhkan.
Allah SWT paling memahami siapa diri kita. Panduan super lengkap telah disiapkan. Al-quran adalah sebaik-baik bekal dalam menjalani proses kehidupan. Mempergunakannya sesuai dengan aturan mendatangkan keberuntungan. Namun jika memakainya hanya untuk membenarkan keinginan, maka akan timbul ketidaknyamanan.
Lalu apa kaitannya dengan anak sebagai karunia dari Allah? Melihat perkembangan pendidikan yang ada, kekhawatiran banyak muncul di kalangan orang tua ketika buah hatinya belum siap memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung pada saat memasuki usia sekolah dasar. Karenanya tidak jarang mereka akan mengupayakan sedemikian rupa bagaimana putra-putrinya melampaui hal itu.
Mendatangkan guru les, memberi masukan kepada sekolah untuk memberikan pelayanan lebih terhadap kemampuan calistung. Terlebih pihak sekolahpun sering mewadahi keinginan wali murid dengan mengadakan program pembinaan dan pemantapan dalam rentang waktu antara 1-3 bulan menjelang tes penerimaan sekolah dasar. Sepintas upaya yang dilakukan terkesan baik, apalagi melihat muatan materi dalam buku pelajaran kelas satu yang sedemikian rupa. Wajar saja, jika banyak orang tua yang menghawatirkan hal itu.
Tidakkah orang dewasa pernah melihat pada keinginan anak-anak? Benar adanya di usia mereka adalah masa emas, sehingga mudah saja untuk diberikan asupan yang bermanfaat. Namun sudahkah kita menyiapkan pondasinya?
Otak anak bisa kita ibarat teko, sebagus apapun isi yang kita masukan ke dalamnya, jika wadahnya belum siap hasilnya tidak akan maksimal. Bisa luber atau mencederai wadahnya itu sendiri.
Maka bersabarlah bunda, tanamkan pada anak-anak kita tentang keberadaan Allah dan Rasul-Nya, ajari mereka adab bagaimana seorang hamba bersikap terhadap Khalik-nya. Hal itu adalah pondasi awal untuk memperkokoh wadah kemampuan kognisinya. Sehingga kita bisa memberi pemahaman, bahwa yang membuat kita diterima di sekolah dasar bukan karena kemampuan calistung yang dimiliki tetapi karena karunia Allah semata.
Mampukah anak-anak mencernanya? Jika kita bertanya pada manusia, sebatas itulah manusia menjawab. Namun jika pertanyaan itu kita tujukan pada Allah, maka tidak ada yang sulit bagi-Nya.


Copas dari fb 
Komalasari Oom