Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Make a Difference with education, and be the best.

Make a Difference with education, and be the best.

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

How you can get top grades, to get a best job.

How you can get top grades, to get a best job.

Kabar Sekolah

Ketika Buah Hati Kita Masuk SD

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Tidak terasa sebentar lagi sudah pendaftaran murid baru. Dari sekolah Swasta sampai sekolah Negeri yang sudah ada kuota murid sendiri pun sudah mulai pasang spanduk.
Banyak sekolah-sekolah yang menjaring muridnya dengan berbagai cara, mulai dari tes psikolog, tes kepribadian, tes calistung, tes akademik, dan lain-lain.
Para orangtua berlomba-lomba mempersiapkan (baca= drilling) anaknya untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit (sampai melupakan bahwa sekolah merupakan kebutuhan anak) bukan kebutuhan gengsi orangtua.
Jika ini yang terjadi, maka sebelum masuk ke SD, atau saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanan (TK), mereka sudah harus belajar membaca, menulis, dan berhitung. Maka berlomba-lomba semua TK yang ada memasukkan pelajaran membaca dan menulis dalam proses belajar mengajarnya. Tidak sampai disitu, muncul pula bimbingan belajar dan privat-privat yang menjual program baca tulis untuk anak-anak pra sekolah (TK). Waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk bermain dan menyelesaikan tugas psikologi perkembangan tersita dan hilang.

Lalu apa itu tugas psikologi perkembangan?
Tugas psikologi perkembangan ada dalam lingkup psikologi perkembangan manusia. Psikologi perkembangan adalah suatu ilmu dalam psikologi dan termasuk dalam lingkup khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan pada setiap tahap perkembangan manusia.
Salah satu tahap perkembangan manusia, dikenal masa anak-anak awal (early childhood) yang usia nya antara 2-6 tahun. Masa ini diakhiri saat anak-anak mulai masuk SD kelas 1. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.
Adapun tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada tahap ini antara lain :
  1. Belajar berjalan
  2. Belajar makan makanan padat
  3. Belajar berbicara
  4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran dari dalam tubuh
  5. Mencapai stabilitas fisiologis
  6. Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
  7. Belajar kontak perasaan dengan diri sendiri, orang tua, dan lingkungan
  8. Belajar membedakan mana yang benar dan salah serta mengembangkan pengertian sederhana tentang kata hati.
Dari semua tugas perkembangan yang harus diselesaikan ini, tidak ada satupun yang tugas perkembangan membaca, menulis, dan berhitung. Tentu saja! Karena tugas perkembangan itu adanya di tahap kanak-kanak akhir (6-12 tahun).
Lalu apakah salah jika tugas perkembangan itu (membaca, menulis, dan berhitung) dilakukan pada tahap perkembangan kanak-kanak awal?
Analoginya mungkin begini, apa yang akan terjadi jika gadget abal-abal yang kita miliki digunakan untuk kepentingan yang berat? Tentu akan lemot dan kerjanya pelan sekali. Yang ditakutkan adalah, karena ingin sekali anaknya bisa membaca, menulis, dan berhitung, maka segala cara dilakukan dan ada sebagian tugas perkembangan yang tidak selesai. Ini akan menjadi PR di masa yang akan datang bagi perkembangan anak.
Seperti yang sahabat saya alami, saya meyakini ada tugas perkembangan yang belum ia selesaikan dulu di masa remajanya. Akibatnya, hari ini, saat usianya mendekati kepala 3, ia masih seperti remaja, emosi meledak-ledak dan tak stabil. Mirip sekali dengan remaja-remaja galau. Mengapa demikian? Karena ia harus menyelesaikan tugas perkembangan di tahap remaja yang belum ia selesaikan.
Jadi, untuk orang tua dan guru, penting untuk mengetahui tugas perkembangan di setiap tahap tumbuh kembang anak. Selesaikan semua tugas yang ada. Jangan sampai ada yang terlewat. 

Bagi orangtua cerdas yang memiliki anak balita, mari kita tuntaskan tiap tahap perkembangan anak sesuai tugasnya. Akan ada masa & tahapan sendiri pada setiap anak untuk benar-benar siap di jejali tugas-tugas selanjutnya, jangan sampai kita merasa puas karena anak kita yang masih TK lancar membaca namun belum mengerti & paham apa yang dibacanya. 

Ambil Saja Uangnya Aku Bersedekah Untukmu

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby



 SENTRA BERMAIN PERAN BESAR

Bermain peran di semester 2 ini, anak-anak sudah kaya dengan pengalaman main. Dengan pengalaman main yang mereka miliki itulah, aku sebagai gurunya,sudah lebih mudah memberi pijakan atau sekedar memberi arahan tentang bermain pura-pura yang benar.

Anak-anakpun sudah lebih mudah dalam menentukan peran yang hendak mereka perankan. Bahkan ketika ada 3 orang sama-sama ingin menjadi Ibu, atau ayah sudah lebih mudah ketika aku arahkan untuk saling mau mengalah, dan memilih peran yang lain yang masih tersedia.

Hal yang membuatku hari ini tertarik menceritakan dalam tulisan ini adalah saat, ada salah satu muridku ketika berperan menjadi kasir, si dianya tidak mau dibayar. Dan si anak yang berperan menjadi pembelinyapun ngotot tetap ingin membayar belanjaan yang telah dibelinya.

Endingnyq si pembeli harus mengalah karena alasan dari si kasir bahwa dia ingin bersedekah kepadanya. Masya Alloh sambung ceritanya, beberapa saat setelah pulang dari belanja anak ini pura-pura menelfon dan bilang "kamu sama semua keluargamu aku undang makan berpesta ya ke rumahku". 

Yang disambut gembira dan disampaikan kepada teman-temanya kalau harus segera bersiap-siap ke rumah si pengundang. Setelah mengunci toko dan bersiap-siap berangkatlah mereka memenuhi undangan pembelinya tadi.

Termehek-mehek saya melihatnya. Setelah mereka datang disambutlah dengan gembira seluruh keluarganya, semua anggota keluarganya berbondobg-bondong memberikan pelayanan. Ada yang menghidangkan minuman jus buah-buahan, ada yang menghidangkan kue dan buah-buahan, semuanya bersuka ria menyambutnya.

Secuil kisah ini mengajarkan kepadaku bahwa anak-anak itu belajar dari lingkungannya. Informasi yang mereka terima menjadi dasar mereka dalam melakukan segala hal dalam kehidupannya. Perkiraanku anak yang tadi punya inisiatif bersedekah dia sering melihat hal serupa.

Mungkin intensitasnya bisa dibilang sering, sehingga menjadi hal biasa yang dia lihat, sehingga ketika dia berperan muncullah pembiasaan baik dari lingkungannya. Bagaimana anak itu besar maka lihatlah lingkungan yang membesarkannya.

Oleh: Ust. Nikmatul Khosyiyyah (Guru sentra)

Bagaimana Melatih Kepercayadirian Pada Anak

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Melatih kepercayaan diri pada anak merupakan hal yang tidak mudah, anak tentu saja akan melihat dari pengaruh yang ada di lingkungan sekitar, jika lingkungan yang ada di sekitarnya tidak dapat membuatnya merasa percaya diri pasti anak akan snaat mudah merasa minder, untuk itu meningkatkan rasa percaya diri pada anak meupakan hal yang sangat penting. Rasa percaya diri juga sangatlah penting dalam meningkatkan mental pada diri anak, dan akan sangat mempengaruhi sikapnya di masa depan. untuk itu sebagai orang tua anda harus bisa belajar dan juga mengerti bagaimana cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. karena hal tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kehidupannya kelak. Kebanyakan anak yang merasa minder, pemalu dan takut bisa jadi dipengaruhi dari lingkungannya, padahal sebagai orang tua kita harus bisa mengarahkan anak agar bisa mmeiliki kepercayaan diri, sehingga saat dia dewasa nanti akan sangat mempengaruhi mengenai caranya dalam mengambil sebuah keputusan. untuk itu dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai cara menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. diantaranya: 1. Memberikan tanggung jawab pada anak Saat ibu sedang melalukan pekerjaan rumah, ajak anak untuk membantu pekerjaan ibu, dengan cara begitu anak akan merasa bahwa diirnya telah diberikan kepercayaan oleh orang tuanya untuk melakukan suatu pekerjaan sehingga hal ini pun akan sangat mepengaruhi cara meningkatkan percaya diri pada anak. karen anak akan terbiasa diberi tanggung jawab pekerjaan oleh orang tuanya 2. Melakukan komunikasi dengan anak Sebagai seorang anak, pai akan jauh lebih dihargai apalabila orang tua selalu mengkomuniksikan segala hal yang menyengkut anak dan keluarga. Sebagai orang tua kita juga harus mau melibatkan anak dan selalu melakukan komunikasi mengenai hal yang terjadi, sehingga dalam hal ini peran psikologi keluarga akan sangat membantu anak dalam meningkatkan rasa percaya dirinya lebih meningkat 3. Melibatkan anak dalam pengambilan keputusan Ada satu hal yang bisa mmebantu emngembangkan rasa percaya diri anak, yaitu denga sellau mengikut sertakan diirnya dalam mengambil sebuah keputusan, dalam hal ini orang tua haus mau mengikutsertakan anak dalam segala hal yang menyangkut diir anak tersebut, Misalnya saja dalam memilih sekolah lanjutan, ibu atau ayah juga bisa mmeinta saran pada anak, sehingga dalam hal ini anak akan merasa terlibat dalam segala hal yang menyangkut dirinya sendiri, sehingga hal ini dapat melatih rasa kepercayaan diirnya. 4. Mengajari anak banyak pengetahuan Anak yang pandai pasti akan lebih merasa percaya, itu lah yang sering terjadi, untuk itu sedari anak kecil orang tua bisa juga mengajarkan pada anak berbagai pengetahuan. Sehingga nantinya anak juga bisa belajar untuk lebih meningkatkan rasa peraya diri yang ada di dalam diirnya. dengan kepintaran yang dimilikinya anak pun akan lebih merasa percaya diri dibandingkan dengan anak lainnya. 5. Menunjukan kelebihan anak Setiap anak di dunia ini pasti memiliki kelebihannya masing-masing, untuk itu sebagai orang tua kita harus mengetahui kelebihan yang dimiliki oleh anak, sehingga nantinya ank pun akan merasa jauh lebih percaya diir menghadapi dunia, anak yang sadar akan potensi yang ada pada dirinya bahkan akan memiliki rasa percaya diri yang jauh lebih besar ternyata. 6. Mengembangkan bakat yang anak miliki Sebagai orang tua kita pasti mengetahui apa yang disukai oleh anak dan hal apa saja yang tidak disukai oleh anak, untuk itu kita harus mampu mengetahui apa sebenarnya bakat yang dimiliki oleh anak kita, sehingga dari hal tersebut bisa kita kembangkan, nantinya akan sangat berpengaruh pada rasa percaya diri yang dimiliki oleh anak. 7. Bermain dengan anak saat waktu senggang Orang tua yang dekat dengan anak pasti akan snagat mmepengaruhi psikologis dari anak tersebut, sehingga jika kita mengajak anak bermain pada waktu senggang pekerjaan orang tua, pasti akan membuat anak senang, dan anak pun akan semakin merasa percaya diri, karena peran psikologi lingkungan keluarga dalam hal ini snagat mempengaruhinya. 8. Memberi pengertian bahwa rasa syukur sangatlah penting Anak akan mencontoh segala perilaku yang ditunjukan oleh orang tua, untuk itu sebgai orang tua and aperlu memperlihatkan pada anak mengenai pentingnya bersyukur terhadap segala sesuatu atas pemberian yang telah tuhan berikan, dengan begitu juga akan melatih diri anak akan lebih belajar menegani rasa percaya dirinya kelak. 9. Memberikan reward Memberikan reward atau penghargaan pada anak akan mebuatnya merasa jauh lebih percaya diri, sehingga saat anak melakukan hal baik dan juga terpuji anda juga bisa memuji anak, sehingga nantinya anak akan merasa jauh lebih percaya diri. 10. Jangan pernah membanding-bandingkan anak Orang tua mmeiliki peranan yang snaat penting dalam hal pertumbuhan anak, salah satunya untuk cara meningkatkan rasa Sehingga anak akan bisa memutuskan segala sesuatu nya sendiri, untuk itu jangan pernah melakukan kesalahan dengan membanding bandingkan nya dengan anak lain, karena akan sanagt mempengaruhi rasa percaya dirinya. berilah motivasi pada anak, sehingga psikologisnya pun akan berkembang dnegan baik. 11. Jangan pernah memarahi anak di depan umum Biasanya kebanyaakn orang tua, saat sedang ada di tempat umum dan melihat anaknya melakukan kesalahan akan langsung memarahinya langsung di tempat tersebut, tanpa menegurnya terlebih dahulu, padahal hal tersebut tentu saja salah dan akan sangat mempengaruhi psikologisnya, anak akan merasa minder dan kehilangan rasa kepercayaan diirnya, sehingga dalam hal ini orang tua beprlu belajar mengenai pendekatan dalam modifikasi perilaku. 12. Jangan men-judge Menyalahkan anak akan kesalahan yang dilakuaknnya mlaah akan mebuat anak smekainmerasa dirinya tak mampu melakukan hal terpuji, sehingga malah nantinya akan membuat dirinya kehilangan rasa percaya diri pada dirinya sendiri. Inilah keasalahan orang tua yang seringkali tidak disadarinya, sehingg orang tua harus dapat menegur dengan cara yang tepat dan jangan hanya bisa menyalahkan anak saja. 13. Lakukan praktik bukan teori Saat kita ingin melatih mental dan rasa percya diri anak, sebaiknya lakukan teori kepercayaan diri langsung dnegan praktik, jangan hanya melalui teori secara terus menerus. Sehingga anak pun akan melihat dan mempelajari secara langsung apa saja hal yang perlu dilakukannya. lakukan apa yang kita arahkan secara praktik, jangan hanya dengan mmeberikan teori, sehingga secara sendirinya anak akan langsung mepraktikan segala hal tersebut.

Struktur Kami

  • Dra. Siti FatimahKepala Sekolah
  • Handayani SEKepala Kantor
  • Nur Mayaza Khurin InAdministrasi
  • Ermira HappyHumas
  • Fenny Retno K S.Pd.IWaka Kesiswaan
  • Fifin Wahyu Wulandari S.PdWaka Akademik