Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Make a Difference with education, and be the best.

Make a Difference with education, and be the best.

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

How you can get top grades, to get a best job.

How you can get top grades, to get a best job.

Kabar Sekolah

Puasa Ala Balita

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby



     










            KIAT MENGENALKAN DAN MELATIH PUASA PADA BALITA
         
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh Rahmat dan Ampunan Allah SWT, Walaupun kondisi di tengah wabah , tentunya kita tetap tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas itu untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kita pada Allah SWT bersama seluruh anggota keluarga kita, termasuk anak kita yang masih balita sekalipun.
Tentunya ada kiat khusus mengenalkan puasa pada anak balita agar nanti setelah dewasa bulan Ramadhan ini akan senantiasa menjadi kenangan indah yang tidak pernah dilupakan. Sehingga sampai kapanpun dia akan selalu bahagia menyambut dan menjalankan ibadah puasa Ramadhan yang penuh barakah, Subhanallah.
Balita kita, memang paling ahli meniru. Meniru yang dilakukan kakak, dan ayah ibunya. Jika ada yang menanyakan padanya,” Adik ikut puasa ya?” maka dengan bangga mereka akan menjawab,” Aku puasa”. Padahal beberapa menit sebelumnya ia menghabiskan kue donatnya.
Pengertian puasa masih sangat sulit dimengerti akal pendek mereka. Tetapi mereka sangat merasakan jauhnya perbedaan suasana khusus bulan Ramadhan ini, sehingga mereka terdorong untuk berpuasa seperti orang-orang dewasa lain tanpa bisa mengerti maksud sesungguhnya.
Tindakan orang tua menanggapi keinginan anak untuk puasa sesuai dengan pemahaman pendek mereka itu, selanjutnya akan turut memberikan peran dalam menempelkan kesan “puasa” dalam sanubari anak hingga kelak dia dewasa. Nah dibawah ini ada beberapa kiat untuk mengenalkan dan melatihkan anak balita kita berpuasa:
1.         Tanamkan cap positif untuk puasa
Menghargai statemen puasa dan apa saja yang berkaitan dengannya, itulah tindakan utama yang bisa dilakukan orang tua. Sebelum anak berusaha menangkap apa arti sebenarnya dari puasa, anda harus menanamkan image yang menarik terlebih dahulu ke benak kecil balita anda. Misalnya dengan mengungkapkan kata-kata yang bahagia menyambut Ramadhan, “ Alhamdulillah Ramadhan akan datang, bunda senang sekali.” Atau bercerita keseruan ayah bunda waktu kecil saat Ramadhan dulu, tentunya cerita yang menyenangkan dan berkesan ya. ‘Ingat bahwa anak akan lebih cepat mengingat kesan daripada pesan’.    
2.         Berilah pengertian secukupnya                      
Longgarkanlah pengertian ‘puasa’ sesuai tahap pemahaman mereka. Balita-balita ini belum begitu paham bahwa puasa itu harus menahan lapar dan haus juga hawa nafsu, tapi mereka akan marah jika dikatakan tidak puasa. Jika kita bijak tentu kita akan memahami dan menghargai kesukaannya untuk berpuasa seperti apapun bentuk puasanya. Begitu juga tentang sahur, biasanya mereka masih sulit mengerti bahwa sahur harus dilakukan sebelum subuh. Mereka belum bisa bangun sepagi itu. Nah kita pun harus betul-betul bijak mengatasinya.
3.        Latihlah berpuasa secara bertahap
Metode mengajarkan berpuasa secara bertahap dapat diterapkan pada  anak-anak balita kita. Hari pertama, beri tahapan yang paling ringan sesuai kemampuan usia dan pengaruh lingkungan di sekeliling anak. Jika ini berhasil dengan mudah, tanyalah apa dia mau menambah waktu lebih lama untuk puasanya. Jika mau dukunglah dan jika belum mau tidak perlu dipaksa.
4.        Hargailah sesuai dengan usahanya.
Manusia berusaha Allahlah yang menentukan hasilnya, itulah sunatullah yang sama-sama kita pahami.
Hargailah semua usaha yang telah dilakukan balita anda untuk mau sahur tanpa rewel dan mau belajar berpuasa walaupun hanya beberapa jam. Penghargaan itu bisa berupa barang atau perhatian istimewa.
5.                Ajarkanlah untuk menghargai orang yang berpuasa.
Jika si kecil buka disiang hari, ajarkanlah agar pada saat buka dilakukan di tempat yang tersembunyi, karena menghargai orang yang berpuasa juga mendapat pahala  kebaikan.
6.        Libatkanlah anak balita anda pada saat buka
Perlakukanlah balita kita pada saat berbuka seperti orang yang berpuasa, ajaklah untuk membantu menata makanan ringan untuk buka, atau ikut mengantarkan kue ke masjid. Ini akan menumbuhkan kesan yang positif, sehingga dia suka bulan Ramadhan.
7.        Buatlah jadwal kegiatan yang menarik
Jika kita memiliki waktu yang luang, buatlah jadwal bersama dengan anak-anak. Kegiatan kreatif atau mengaji dan bercerita seputar ramadhan, tentang kejadian-kejadian di Bulan Ramadhan jaman Nabi sambil menunggu berbuka itu adalah kegiatan alternatif yang menarik sehingga anak-anak akan menangkap makna puasa dengan baik. Dan kurangilah kegiatan yang terlalu banyak melibatkan fisik.  
 
8.        Ciptakan suasana rumah yang menyenangkan        
Sambutlah Ramadhan dengan semarak, mungkin dengan sama-sama membuat poster atau hiasan bertema ramadhan yang penuh dengan makna puasa, akan tercipta suasana rumah yang beda dan menyenangkan, ditambah dengan sikap kita yang lebih bersabar dan ceria akan menumbuhkan kesan yang positif pada anak.
Semoga momen emas yang diberikan Allah kepada kita kaum muslimin, tidak kita lewatkan begitu saja, dan semoga kita para orang tua dapat membimbing anak-anak kita berlatih berpuasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya, sehingga anak-anak kita menjadi generasi  yang Bertaqwa.
Wallahu’alam Bissawab.   By Wida                                                    


                                 








Ide-ide sederhana di rumah bag 3

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby

Ide-Ide Sederhana untuk Kegiatan di Rumah bag. 3
By : Wida
Bismillah....
Ayah Bunda....semoga tetap semangat untuk memberikan pendampingan stimulasi pada ananda di rumah. Pada tulisan kali ini, akan saya informasikan beberapa kegiatan untuk melatih PENGINDERAAN (Pendengaran, penglihatan, ingatan) .
Berikut beberpa contoh kegiatannya, Selamat mencoba !

1)      Mengulang 5 angka yang tidak berurutan.

Umur : 4-6 tahun.
Uraian :
        Latihan ini dikatakan berhasil apabila anak dapat mengulang menyebut angka yang disebutkan ortu/pengasuh dan tiap-tiap angka rata-rata dalam waktu satu detik.

Langkah-langkah latihan:
1.      Carilah tempat yang nyaman untuk tempat latihan.
2.      Ortu/Pengasuh mengatakan pada anak: "Dengarkan baik-baik ya, ayah/bunda  akan menyebutkan 5 angka. Apabila sudah selesai tirukanlah secara tepat seperti apa yang ayah/bunda  katakan tadi".
Misalnya:
a. 3-1-8-5-4
b. 4-8-3-7-2
c. 9-6-1-8-3
(jumlah angka bisa disesuaikan umur, mis usia 4 thn, cukup 3 angka)
4.      Anak menirukan urutan angka seperti yang diucapkan oleh ortu/pengasuh.
5.      Jika anak belum berhasil, katakanlah " Dengar baik-baik dan tirukan dengan benar", lalu ortu/pengasuh menyebutkan 5 urutan angka lagi.
6.      Anak menirukan seperti contoh tadi.
7.      Jika anak berhasil berilah pujian.
Catatan : Angka bisa diganti dengan nama benda, binatang dll.

2)      MENYAMPAIKAN PESAN

Umur : 4-6 tahun

TUJUAN :
Agar anak dapat mengerti pesan dari orang lain dan dapat menyampaikan kepada orang lain.

URAIAN:
Latihan ini tercapai apabila anak dapat mengerti pesan dan menyampaikan kepada orang lain.

LANGKAH LANGKAH LATIHAN:
1.      Ayah memberitahukan kepada anak untuk menyampaikan pesan kepada bunda.
2.      Ayah dapat mengatakan kepada anak, “ Sampaikanlah pesan ini kepada bunda ya!”.
3.      Apabila anak dapat menyampaikan pesan dari ayah untuk bunda latihan ini berhasil.
Catatan : pesan dapat berupa kalimat sederhana (SPOK). Kegiatan ini bisa diperkaya dengan melibatkan kakak/adik dan jika berhasil bisa diberi reward.

3)      OBSERVASI DAN KETELITIAN

Umur 4-6 tahun

URAIAN:
        Latihan ini dinyatakan berhasil apabila anak dapat menyebutkan kekurangan yang ada pada gambar dan dapat melengkapinya.

LANGKAH-LANGKAH LATIHAN:
1.      Ortu/Pengasuh menyiapkan alat yang diperlukan (pensil dan gambar yang belum lengkap), misalnya gambar kucing yang kakinya 3 atau tidak berkumis.
2.      Ortu /Pengasuh menunjukkan gambar tersebut pada anak
3.      Ortu/Pengasuh bertanya kepada anak "Coba kamu lihat gambar ini,  apa/mana yang kurang?"
4.      Anak mengobservasi/meneliti gambar tersebut lalu anak menunjukkan kekurangan yang ada pada gambar tersebut kepada ortu/pengasuh.
5.      Kemudian pengasuh menyuruh anak untuk melengkapi kekurangan tersebut "Nah coba lengkapilah kekurangan itu."
6.      Anak melengkapi kekurangan yang ada pada gambar.
7.      Ortu mengobservasi apa yang dilakukan anak terhadap kekurangan yang ada.
8.      Berikan pengakuan /pujian jika selesai.



Struktur Kami

  • Dra. Siti FatimahKepala Sekolah
  • Handayani SEKepala Kantor
  • Nur Mayaza Khurin InAdministrasi
  • Ermira HappyHumas
  • Fenny Retno K S.Pd.IWaka Kesiswaan
  • Fifin Wahyu Wulandari S.PdWaka Akademik