Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Make a Difference with education, and be the best.

Make a Difference with education, and be the best.

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

How you can get top grades, to get a best job.

How you can get top grades, to get a best job.

Kabar Sekolah

Standarisasi Kecantikan

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Foto Bersama Kelompok A untuk kenangan per kelas.
Dunia seakan tak pernah bosan memamerkan keelokannya, sebagai bukti bahwa sang pencipta tak sedetikpun berhenti memberikan detak nikmatnya kepada mereka yang berada di muka bumi.
Berjuta puji tak mencukupi bagi sang rahiim yang telah menciptakan hati pada makhluk bernama manusia agar lebih manusiawi, sehingga menjadikan mereka khalifatul ardhi.
Pernah terfikir olehku apa makna keindahan pada keturunan adam yang semakin kehilangan esensinya bak sajak tak berirama,entah siapa yang memulai dan siapa yang bertanggung jawab atas penilaian kata “indah” saat ini.
Pikiranku sudah terlalu berpusat pada rotasi standarisasi yang dibangun semakin masif bahwa cantik adalah yang terbaik. Dimana manusia dari sebuah negeri eksentrik rela menggunakan plastik agar bergelarkan “cantik”, membuang mata tipis berbinar agar menjadi lebih lebar bak penghuni dari negeri ciamik.
Bahkan anak-anak manusia dari negeri antah berantah yang disusuri garis khatulistiwa selalu berlomba-lomba mengubah kulit mereka yang coklat mempesona menjadi lebih tinggi kecerahannya agar mirip ratu yang dipinang raja dalam film laga yang tersebear ruah posternya diseluruh sudut kota. Dengan perangkat-perangkat yang tak murah tentunya,hingga suntik pembunuh pigmen yang tak berdosa.
Dan kabar aneh datang dari negeri-negeri penguasa peradaban masa kini karena banyak dari penduduknya yang menutupi kulit cerah yang mereka anggap pucat agar lebih cokelat dengan spray entah apa itu hingga terbias senyuman dari bibir tipis mereka atas pencapaian yang dianggap eksotis.
Seakan ummat ini semakin lupa atas nikmat dari sang pencipta dan tak sadar bahwa standarisasi kecantikan ini makin diatur oleh mereka para pemilik modal bisnis perangkat kecantikan raksasa. Dibuatlah iklan-iklan pengubah pikiran bahwa putih adalah lambang kecantikan sehingga orang-orang berkulit gelap berbondong-bondong membeli produk pemutih yang mereka buat. Dan mereka sadar di barat tak mungkin kuat menjual pemutih kulit karena warna mereka sudah sangat langsat. Digemborkanlah bahwa kulit gelap akan terlihat menawan bermartabat dengan spray yang akhirnya laku keras tanpa butuh keringat demi memenuhi hasrat yang tak kenal karat.
Penggiringan opini mereka yang masif cukup berhasil untuk menghapuskan cantik yang relatif seperti sebuah kisah fiktif yang membolak-balikkan antara positif dan negatif  hingga melahirkan pemikiran yang primitif  untuk manusia yang mengaku dirinya paling produktif dalam berbagai penemuan yang berawal dari sebuah inisiatif.
Bukankah manusia terbaik yang pernah dilahirkan di muka bumi ini pernah berkata “sebaik-baik dari kalian ialah yang bertakwa” ,manusia yang diutus memperbaiki akhlak ini dan menjadi rujukan jutaan manusia lainnya dari berbagai zona zaman yang belum terhenti  telah memberikan standar keindahan terbaik bagi kita yang juga mengaku mencintainya sepenuh hati.
Bukankah beberapa kalimat itu telah meruntuhkan seluruh standarisasi yang dibentuk oleh mereka yang berfikir klasik hanya menatap fisik,tak sadar bahwa kecantikan hati lah yang terbaik, tak memandang warna,harta,kasta apalagi sang jelita. hanya securik kalimat itulah yang membuat mereka tunduk tak berkutik.
Sepucuk pesan wahai ayah-ayah hebat,tetaplah tangguh untuk membimbing amanahmu agar mejadikan keluarga tercinta yang bertakwa. Dan hai ibunda terkasih, terimakasih atas seluruh kasih yang tak kenal perih untuk mendidik buah hati menjadi  pemimpin kelak nanti.
Dan teruntuk kalian wahai para  ayah dan bunda di masa mendatang,tetaplah jaga jiwa untuk mempersiapkan amanah yang akan segera bersua,nikmatilah setiap detik proses yang terkadang membuat mu merasa lelah, tapi percayalah akhirnya akan selalu indah,karena nikmatnya berbuka hanya bisa dirasakan oleh mereka yang berpuasa.
Teruslah seperti itu… Jagalah dirimu yang menentukan keindahanmu dan cantiknya hatimu
Keindahan yang tak memandang fisik bagi mereka pemilik hati terbaik.
Keindahan yang tak terlihat oleh mata tapi bisa dinikmati oleh mereka yang buta.
Keindahan yang membuat waktu pun menyerah tak kuasa melapukkannya.
Keindahan yang terjaga karena pencuri apik pun tak kan bisa merebutnya dari si pemilik.
Bahkan  bidadari cemburu karena sang pencipta pun juga menjamin keindahan yang menyelimuti makhluk bumi terpilih, seperti mereka para bidadari yang keindahannya masih menjadi misteri.
Teruslah seperti itu..
Kau yang terus menjaga..  kau yang bertahan dalam kesabaran..  kau yang sedang lelah menyingkirkan kesah..
Tetaplah seperti itu..
karena kau lah yang terindah..

Copas dari https://ruangcandu.syabmit.net/2020/01/21/standarisasi-kecantikan/#comment-14

Ketika Buah Hati Kita Masuk SD

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby
Tidak terasa sebentar lagi sudah pendaftaran murid baru. Dari sekolah Swasta sampai sekolah Negeri yang sudah ada kuota murid sendiri pun sudah mulai pasang spanduk.
Banyak sekolah-sekolah yang menjaring muridnya dengan berbagai cara, mulai dari tes psikolog, tes kepribadian, tes calistung, tes akademik, dan lain-lain.
Para orangtua berlomba-lomba mempersiapkan (baca= drilling) anaknya untuk bisa memasukkan anaknya ke sekolah-sekolah favorit (sampai melupakan bahwa sekolah merupakan kebutuhan anak) bukan kebutuhan gengsi orangtua.
Jika ini yang terjadi, maka sebelum masuk ke SD, atau saat masih duduk di bangku Taman Kanak-Kanan (TK), mereka sudah harus belajar membaca, menulis, dan berhitung. Maka berlomba-lomba semua TK yang ada memasukkan pelajaran membaca dan menulis dalam proses belajar mengajarnya. Tidak sampai disitu, muncul pula bimbingan belajar dan privat-privat yang menjual program baca tulis untuk anak-anak pra sekolah (TK). Waktu yang seharusnya mereka gunakan untuk bermain dan menyelesaikan tugas psikologi perkembangan tersita dan hilang.

Lalu apa itu tugas psikologi perkembangan?
Tugas psikologi perkembangan ada dalam lingkup psikologi perkembangan manusia. Psikologi perkembangan adalah suatu ilmu dalam psikologi dan termasuk dalam lingkup khusus, yaitu psikologi yang mempelajari kekhususan pada setiap tahap perkembangan manusia.
Salah satu tahap perkembangan manusia, dikenal masa anak-anak awal (early childhood) yang usia nya antara 2-6 tahun. Masa ini diakhiri saat anak-anak mulai masuk SD kelas 1. Masa ini dikatakan usia pra kelompok karena pada masa ini anak-anak mempelajari dasar-dasar perilaku sosial sebagai persiapan bagi kehidupan sosial yang lebih tinggi yang diperlukan untuk penyesuaian diri pada waktu masuk kelas 1 SD.
Adapun tugas perkembangan yang harus diselesaikan pada tahap ini antara lain :
  1. Belajar berjalan
  2. Belajar makan makanan padat
  3. Belajar berbicara
  4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran dari dalam tubuh
  5. Mencapai stabilitas fisiologis
  6. Membentuk pengertian sederhana tentang realitas fisik dan sosial
  7. Belajar kontak perasaan dengan diri sendiri, orang tua, dan lingkungan
  8. Belajar membedakan mana yang benar dan salah serta mengembangkan pengertian sederhana tentang kata hati.
Dari semua tugas perkembangan yang harus diselesaikan ini, tidak ada satupun yang tugas perkembangan membaca, menulis, dan berhitung. Tentu saja! Karena tugas perkembangan itu adanya di tahap kanak-kanak akhir (6-12 tahun).
Lalu apakah salah jika tugas perkembangan itu (membaca, menulis, dan berhitung) dilakukan pada tahap perkembangan kanak-kanak awal?
Analoginya mungkin begini, apa yang akan terjadi jika gadget abal-abal yang kita miliki digunakan untuk kepentingan yang berat? Tentu akan lemot dan kerjanya pelan sekali. Yang ditakutkan adalah, karena ingin sekali anaknya bisa membaca, menulis, dan berhitung, maka segala cara dilakukan dan ada sebagian tugas perkembangan yang tidak selesai. Ini akan menjadi PR di masa yang akan datang bagi perkembangan anak.
Seperti yang sahabat saya alami, saya meyakini ada tugas perkembangan yang belum ia selesaikan dulu di masa remajanya. Akibatnya, hari ini, saat usianya mendekati kepala 3, ia masih seperti remaja, emosi meledak-ledak dan tak stabil. Mirip sekali dengan remaja-remaja galau. Mengapa demikian? Karena ia harus menyelesaikan tugas perkembangan di tahap remaja yang belum ia selesaikan.
Jadi, untuk orang tua dan guru, penting untuk mengetahui tugas perkembangan di setiap tahap tumbuh kembang anak. Selesaikan semua tugas yang ada. Jangan sampai ada yang terlewat. 

Bagi orangtua cerdas yang memiliki anak balita, mari kita tuntaskan tiap tahap perkembangan anak sesuai tugasnya. Akan ada masa & tahapan sendiri pada setiap anak untuk benar-benar siap di jejali tugas-tugas selanjutnya, jangan sampai kita merasa puas karena anak kita yang masih TK lancar membaca namun belum mengerti & paham apa yang dibacanya. 

Ambil Saja Uangnya Aku Bersedekah Untukmu

Admin KB-TK Yaa Bunayya sby



 SENTRA BERMAIN PERAN BESAR

Bermain peran di semester 2 ini, anak-anak sudah kaya dengan pengalaman main. Dengan pengalaman main yang mereka miliki itulah, aku sebagai gurunya,sudah lebih mudah memberi pijakan atau sekedar memberi arahan tentang bermain pura-pura yang benar.

Anak-anakpun sudah lebih mudah dalam menentukan peran yang hendak mereka perankan. Bahkan ketika ada 3 orang sama-sama ingin menjadi Ibu, atau ayah sudah lebih mudah ketika aku arahkan untuk saling mau mengalah, dan memilih peran yang lain yang masih tersedia.

Hal yang membuatku hari ini tertarik menceritakan dalam tulisan ini adalah saat, ada salah satu muridku ketika berperan menjadi kasir, si dianya tidak mau dibayar. Dan si anak yang berperan menjadi pembelinyapun ngotot tetap ingin membayar belanjaan yang telah dibelinya.

Endingnyq si pembeli harus mengalah karena alasan dari si kasir bahwa dia ingin bersedekah kepadanya. Masya Alloh sambung ceritanya, beberapa saat setelah pulang dari belanja anak ini pura-pura menelfon dan bilang "kamu sama semua keluargamu aku undang makan berpesta ya ke rumahku". 

Yang disambut gembira dan disampaikan kepada teman-temanya kalau harus segera bersiap-siap ke rumah si pengundang. Setelah mengunci toko dan bersiap-siap berangkatlah mereka memenuhi undangan pembelinya tadi.

Termehek-mehek saya melihatnya. Setelah mereka datang disambutlah dengan gembira seluruh keluarganya, semua anggota keluarganya berbondobg-bondong memberikan pelayanan. Ada yang menghidangkan minuman jus buah-buahan, ada yang menghidangkan kue dan buah-buahan, semuanya bersuka ria menyambutnya.

Secuil kisah ini mengajarkan kepadaku bahwa anak-anak itu belajar dari lingkungannya. Informasi yang mereka terima menjadi dasar mereka dalam melakukan segala hal dalam kehidupannya. Perkiraanku anak yang tadi punya inisiatif bersedekah dia sering melihat hal serupa.

Mungkin intensitasnya bisa dibilang sering, sehingga menjadi hal biasa yang dia lihat, sehingga ketika dia berperan muncullah pembiasaan baik dari lingkungannya. Bagaimana anak itu besar maka lihatlah lingkungan yang membesarkannya.

Oleh: Ust. Nikmatul Khosyiyyah (Guru sentra)

Struktur Kami

  • Dra. Siti FatimahKepala Sekolah
  • Handayani SEKepala Kantor
  • Nur Mayaza Khurin InAdministrasi
  • Ermira HappyHumas
  • Fenny Retno K S.Pd.IWaka Kesiswaan
  • Fifin Wahyu Wulandari S.PdWaka Akademik